Kompas.com - 19/04/2019, 13:52 WIB
Presiden Ukraina, Petro Poroshenko. MYKOLA LAZARENKO / PRESIDENTIAL PRESS-SERVICE / AFPPresiden Ukraina, Petro Poroshenko.

KIEV, KOMPAS.com - Presiden Petro Poroshenko, yang juga kandidat petahana dalam pemilu, menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Ukraina.

Poroshenko juga memohon dukungan dari rakyat Ukraina dalam pemungutan suara pemilu presiden putaran kedua yang akan dilangsungkan Minggu (21/4/2019) mendatang.

Usaha meraih dukungan rakyat Ukraina itu dilakukan Poroshenko menyusul hasil jajak pendapat terbaru, yang menempatkan dirinya jauh di bawah pesaingnya, Volodymyr Zelensky.

"Sekali lagi saya memohon kepada saya untuk dapat memaafkan kesalahan saya. Apa yang tidak berhasil paling menyakitkan," kata Poroshenko dalam pidato televisi, Kamis (18/4/2019).

Hasil jajak pendapat yang dirilis Kamis menunjukkan, Poroshenko (53) hanya meraih 27 persen dukungan, sementara Zelensky (41) jauh memimpin dengan perolehan 73 persen dukungan.

Baca juga: Pemilu Ukraina, Saat Petahana Berdebat dengan Podium Kosong

Besarnya dukungan rakyat kepada Zelensky, seorang politisi pemula, yang berprofesi sebagai komedian dan aktor serial televisi itu mengejutkan para elit politik di Ukraina.

Jika terpilih, Zelensky yang tanpa pengalaman politik akan dihadapkan pada permasalahan negara yang kompleks, mulai dari krisis ekonomi, pemberantasan korupsi, dan perang dengan kelompok separatis yang didukung Rusia.

Sementara Poroshenko, yang menjabat sebagai presiden sejak 2014, mengklaim bahwa hanya dirinya satu-satunya politisi Ukraina yang mampu berhadapan dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin dan mengakhiri perang dengan pemberontak yang telah menewaskan hampir 13.000 jiwa.

"Karena adanya konflik dengan Rusia, akan sangat berisiko untuk bereksperimen dengan jabatan presiden dan panglima tertinggi," ujar Poroshenko kepada rakyat Ukraina.

Sebelum dilangsungkannya pemungutan suara pemilu putaran kedua, kedua kandidat dijadwalkan untuk bertemu dalam ajang debat, yang rencananya akan digelar Jumat (19/4/2019).

Debat calon presiden itu akan menjadi yang pertama kalinya dalam kampanye pemilu presiden Ukraina kali ini.

Sebelumnya dalam pemungutan suara putaran pertama pada akhir Maret lalu, Zelensky juga menempati peringkat pertama, sementara Poroshenko di peringkat kedua.

Baca juga: Kandidat Unggulan Presiden Ukraina Didesak Jawab Pertanyaan Media



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X