Kompas.com - 15/04/2019, 06:33 WIB
Petahana Presiden Ukraina Petro Poroshenko ketika berdebat dengan podium kosong di sebelahnya setelah rival Volodymyr Zelensky gagal hadir. EPA via BBCPetahana Presiden Ukraina Petro Poroshenko ketika berdebat dengan podium kosong di sebelahnya setelah rival Volodymyr Zelensky gagal hadir.

KIEV, KOMPAS.com - Terdapat sebuah pemandangan menarik jelang pemilihan umum (pemilu) Ukraina yang bakal dilangsungkan pada Minggu (21/4/2019) mendatang.

Sang petahana Presiden Petro Poroshenko menggelar debat melawan podium kosong setelah lawan yang merupakan bintang televisi sekaligus komedian Volodymyr Zelensky tak bisa hadir.

Baca juga: Soal Hambatan Pemilu di Sydney, BPN Minta KPU Izinkan WNI Nyoblos

Sepekan sebelum voting, upaya Poroshenko untuk mengajak Zelensky beradu argumen dengannya kandas. Jadi, dia memilih menggelar debat sendirian di Stadion Olympic Kiev.

Dilansir AFP Minggu (14/4/2019), di luar arena debat stadion yang bisa menampung 70.000 orang itu, pendukung Poroshenko berkumpul dan meneriakkan namanya.

Poroshenko, taipan yang berharap bisa terpilih kembali hingga periode 2019 mendatang, menginginkan adanya debat untuk melihat seperti apa visi dan misi Zelensky.

Namun karena Zelensky tak jua muncul, selama 45 menit Poroshenko menjawab pertanyaan jurnalis dan menyindir absennya sang rival politik yang tidak punya pengalaman berpolitik.

"Jika dia bersembunyi dari rakyat, kami akan mengundangnya sekali lagi. Kami akan terus mengundangnya untuk menunjukkan siapa yang pantas memimpin Ukraina dalam lima tahun ke depan," tantang Poroshenko.

Petahana 53 tahun itu mengatakan dia bakal menghormati pilihan rakyat jika memang Zelensky yang terpilih sebagai presiden pada pemilu akhir pekan nanti.

Namun, dia mengaku khawatir dengan masa depan negara melihat rivalnya memilih menghindari kampanye di depan umum seperti yang lazim terjadi dalam pemilu.

Dia hanya bersedia menjawab sejumlah wawancara dan lebih banyak berkomunikasi di media sosial. Tidak diketahui juga seperti apa visi politik komedian 41 tahun itu.

"Saya tidak suka jika kampanye presiden menjadi film bisu seperti ini. Jadi saya harus katakan; masa depan Ukraina berada dalam bahaya," tegas Poroshenko dilansir BBC.

Beberapa pendukung Poroshenko menyatakan mereka tidak ingin Zelensky berkuasa. Sebab, sang komedian diketahui berkawan dengan miliuner Igor Kolomoysky.

Kolomoysky merupakan pemilik televisi yang menyiarkan acara komedi Zelensky. "Saya datang ke sini untuk mempertahankan identitas bangsa ini," kata seorang tentara bernama gerilya Batya UNSO.

Pendukung lain bernama Oleksandr Misyura menuturkan setelah putaran pertama pemilu, suasana menjadi kacau. "Siapa Kolomoysky? Dia adalah klepto. Makanya kami harus menyelamatkan negara ini," tutur dia.

Baca juga: Soal Kemungkinan Pemilu Ulang di Sydney, KPU Tunggu Rekomendasi Panwas



Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X