Undang-Undang Baru Disahkan, Agen Intelijen Thailand Bakal Diizinkan Pakai Segala Cara

Kompas.com - 17/04/2019, 20:35 WIB
Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

BANGKOK, KOMPAS.com - Agen mata-mata Thailand bakal memperoleh kekuasaan lebih besar dalam tugasnya mengumpulkan informasi intelijen, menyusul diumumkannya Undang-Undang baru.

Dalam UU tersebut, agen intelijen Thailand diatur untuk dapat menggunakan cara apa pun demi mendapatkan informasi yang diyakini mengancam keamanan negara.

UU tersebut, yang diumumkan oleh media istana, Royal Gazette, Rabu (17/4/2019), muncul kurang dari satu bulan usai pemilihan yang masih disengketakan karena pemerintah junta dan koalisi oposisi masing-masing mengklaim kemenangan dan berhak membentuk pemerintahan.

Dilansir AFP, UU itu telah dibahas oleh parlemen Thailand pada awal Februari, namun sebagian besar telah luput dari perhatian publik dan akan mulai diberlakukan pada Kamis (18/4/2019).


Baca juga: Thailand Bentuk Pasukan Pengawal Raja Beranggotakan 1.600 Orang

Undang-undang tersebut memberdayakan Badan Intelijen Nasional Thailand (NIA), yang menangani operasi kontra-intelijen dan keamanan negara, untuk memerintahkan badan pemerintah maupun individu agar menyerahkan informasi apa pun yang mempengaruhi keamanan negara.

Proses tersebut akan dijalankan di bawah persetujuan dari perdana menteri, yang kini dijabat pemimpin junta, Prayut Chan-O-Cha.

Jika perintah awal untuk menyerahkan informasi tersebut diabaikan, perdana menteri akan diberitahu, dan NIA akan dapat menggunakan metode apa pun, termasuk elektronik, telekomunikasi, maupun metode sains, untuk mendapatkan informasi dan dokumen yang dibutuhkan.

Undang-undang baru yang terdiri dari 17 pasal itu akan menggantikan undang-undang intelijen Thailand tahun 1985 yang telah dianggap tidak lagi relevan dengan ancaman keamanan dan teknologi yang telah berubah.

Undang-undang intelijen yang baru tersebut akan digabungkan dengan undang-undang keamanan siber yang juga telah disahkan belum lama ini.

Undang-undang keamanan siber baru juga telah memicu kecaman dari kelompok hak asasi dan perusahaan yang khawatir dengan pelanggaran privasi, karena memungkinkan pihak berwenang untuk menyita komputer dan perangkat apa pun tanpa surat perintah pengadilan, selama ada ancaman kritis terhadap keamanan negara.

Sebuah komite yang dibentuk khusus akan bertindak menentukan ancaman-ancaman dalam kasus "kecurigaan yang masuk akal".

Baca juga: Cegah Junta Militer Berkuasa, 7 Partai Politik Thailand Bentuk Koalisi

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Hari Ini dalam Sejarah: Manusia Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Bulan

Hari Ini dalam Sejarah: Manusia Pertama yang Berhasil Jejakkan Kaki di Bulan

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Komentar Rasis Trump | Kebakaran Kyoto Animation

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Komentar Rasis Trump | Kebakaran Kyoto Animation

Internasional
Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Close Ads X