Cegah Junta Militer Berkuasa, 7 Partai Politik Thailand Bentuk Koalisi

Kompas.com - 27/03/2019, 16:08 WIB
PM Thailand Prayut Chan-O-Cha memberikan suara di sebuah TPS di Bangkok pada Minggu (24/3/2019)  dalam pemilu pertama sejak kudeta 2014.LILLIAN SUWANRUMPHA PM Thailand Prayut Chan-O-Cha memberikan suara di sebuah TPS di Bangkok pada Minggu (24/3/2019) dalam pemilu pertama sejak kudeta 2014.

BANGKOK, KOMPAS.com - Sejumlah partai politik di Thailand menyatakan bakal membentuk koalisi demi menggagalkan partai yang didukung militer berkuasa, menyusul pemungutan suara dalam pemilu pertama sejaka kudeta 2014.

Langkah koalisi diambil setelah hasil pemungutan suara pada Minggu (24/3/2019), menunjukkan dua partai utama mengklaim sebagai pemenang dan berhak memimpin pemerintahan.

Tujuh partai anti-junta yang dipimpin Partai Pheu Thai, mengatakan siap berkoalisi demi memenangkan sebanyak mungkin kursi parlemen hingga cukup untuk membentuk pemerintahan yang tidak menyertakan sekutu yang didukung militer.

"Kami ingin menghentikan rezim agar tidak berkuasa," ujar kandidat perdana menteri dari Partai Pheu Thai, Sudarat Keyuraphan, dalam konferensi pers mengumumkan koalisi, Rabu (27/3/2019).


Baca juga: Pemantau: Pemilu Thailand Cenderung Untungkan Junta Militer

Koalisi blok tujuh, yang juga mencakup Partai Future Forward, yang fokus pada kaum muda, mengklaim bakal meraih 255 dari total 500 kursi majelis rendah yang diperebutkan.

"Ini adalah proses lengkap untuk membentuk pemerintahan," kata pemimpin Future Forward, Thanathorn Juangroongruangkit.

Partai Pheu Thai adalah partai yang berafiliasi dengan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dan selalu meraih kemenangan dalam pemilu sejak 2001.

Koalisi yang baru dibentuk tersebut bertujuan mengantarkan Thailand ke era politik pro-demokrasi.

"Kami akan bekerja sama dengan setiap partai yang hadir dalam konferensi pers hari ini, apa pun hambatan yang bakal mengadang di depan. Kami siap menghentikan rezim dari memegang kekuasaan," kata Thanathorn.

Partai Phalang Pracharat, yang didukung militer dipimpin oleh kepala junta sekaligus kandidat perdana menteri Prayut Chan-O-Cha, disebut meraih 7,6 juta suara, unggul sekitar 400.000 suara dari Partai Pheu Thai.

Phalang Pracharat juga mengharapkan untuk mengamankan lebih dari separuh dari jumlah total kursi di majelis rendah.

Komisi Pemilihan Umum secara tidak sengaja menunda pengumuman resmi yang seharusnya disampaikan pada Senin (25/3/2019), memicu dugaan adanya tindak penyelewengan.

Sebelumnya Komisi Pemilihan mengatakan hampir 2 juta surat suara tidak sah.

Baca juga: Mantan Perdana Menteri Sebut Pemilu Thailand Diwarnai Kecurangan

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X