Pemantau: Pemilu Thailand Cenderung Untungkan Junta Militer

Kompas.com - 27/03/2019, 08:46 WIB
PM Thailand Prayut Chan-O-Cha memberikan suara di sebuah TPS di Bangkok pada Minggu (24/3/2019)  dalam pemilu pertama sejak kudeta 2014. LILLIAN SUWANRUMPHAPM Thailand Prayut Chan-O-Cha memberikan suara di sebuah TPS di Bangkok pada Minggu (24/3/2019) dalam pemilu pertama sejak kudeta 2014.
|

BANGKOK, KOMPAS.com - Pemilu Thailand yang digelar pada Minggu (24/3/2019) dianggap cenderung menguntungkan partai yang dekat dengan junta militer.

Demikian pernyataan sebuah organisasi pemantau pemilu pada Selasa (26/3/2019). Lembaga ini juga mengkritik proses penghitungan suara yang memicu sengketa.

Keraguan yang meliputi hasil pemilu telah menghilangkan harapan pemilu pertama sejak kudeta militer 2014 ini akan mengakhiri gonjang-ganjing politik selama hampir 15 tahun di Thailand.

Baca juga: Mantan Perdana Menteri Sebut Pemilu Thailand Diwarnai Kecurangan

Jaringan untuk Pemilu Bebas Asia (ANFREL) yang berbasis di Bangkok ini tidak menyatakan adanya kecurangan dalam pemilu, di mana partai pro-junta Parang Pracharat dan Pheu Thai yang tekait mantan PM Thaksin Shinawatra sama-sama megklaim kemenangan.

"Secara keseluruhan, suasana pemilu cenderng menguntungkan junta militer," kata Amael Vier, salah seorang star ANFREL dalam sebuah jumpa pers.

Saat ditanya apakan pemilu Thailand sudah berjalan dengan bebas dan adil, ANFREL tidak menjawab dengan gamblang.

"Banyak hal yang harus sama-sama dipertimbangkan. Tidak adil untuk menyimpulkan apakah seluruh proses ini bebas dan adil atau tidak," kata ketua misi ANFREL, Rohana Nishanta Hettiarachchie.

Sejauh ini Komisi Pemilu Thailand belum memberikan komentar. Namun, sebelumnya komisi pemilu menolak mengomentari tuduhan kecurangan pemilu.

Dengan baru separuh hasil pemilu dilaporkan, partai yang mendukung PM Prayuth Chan-o-Cha mengatakan tengah mengumpulkan rekan koalisi untuk membentuk pemerintahan.

Namun, kelompok oposisi partai Pheu Thai, yang setia kepada Thaksin, menyebut adanya kejanggalan dan mempertimbangkan langkah hukum.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X