Kiriman Pertama Bantuan Kemanusiaan Palang Merah Tiba di Venezuela

Kompas.com - 16/04/2019, 22:35 WIB
Warga mengisi tong mereka dengan air di kawasan Petare dekat Caracas pada 1 April 2019. Pemadaman listrik yang terjadi selama satu bulan terakhir membuat pasokan air ke rumah warga terputus. AFP/FEDERICO PARRAWarga mengisi tong mereka dengan air di kawasan Petare dekat Caracas pada 1 April 2019. Pemadaman listrik yang terjadi selama satu bulan terakhir membuat pasokan air ke rumah warga terputus.

CARACAS, KOMPAS.com - Paket bantuan kemanusiaan yang dikirim melalui Palang Merah Internasional telah tiba di Venezuela, pada Selasa (16/4/2019).

Bantuan itu menjadi kiriman pertama bantuan kemanusiaan yang masuk ke Venezuela menyusul persetujuan dari pemerintah Presiden Nicolas Maduro.

Dilansir AFP, kiriman bantuan tersebut tiba di Bandara Caracas, memuat bantuan di antaranya obat-obatan dan persediaan medis yang sangat dibutuhkan. Demikian disampaikan pejabat Venezuela dengan syarat anonim.

Foto yang beredar di media sosial menunjukkan, kotak-kotak kardus dengan simbol Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tampak dimuat ke dalam truk-truk di bandara internasional Maiquetia.


Baca juga: Maduro: Venezuela Siap Terima Bantuan Internasional

Masuknya bantuan kemanusiaan ke Venezuela setelah pekan lalu, Maduro dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mencapai kesepakatan, yang sebelumnya selalu ditolak oleh Maduro karena dianggap kamuflase untuk invasi pasukan AS.

Maduro telah berulang kali menyangkal situasi krisis di Venezuela dan menyalahkan AS atas kesulitan ekonomi yang dirasakan rakyat negara itu.

Dia bahkan memerintahkan militer untuk menutup sejumlah perbatasan negara dengan Kolombia, Brasil, dan perairan Laut Karibia demi mencegah masuknya bantuan asing.

Namun Maduro telah melunak dan bersedia menerima bantuan dari komunitas internasional dengan syarat harus tetap menghormati tatanan hukum yang berlaku di Venezuela.

Venezuela telah jatuh dalam krisis berkepanjangan setelah anjloknya harga minyak dunia, yang menjadi ketergantungan negara itu.

Situasi diperburuk konflik politik dengan oposisi yang menyatakan diri sebagai presiden sementara dan mendapat dukungan dari lebih 50 negara di dunia.

Maduro menyalahkan pihak Amerika Serikat dengan sanksinya yang telah menyebabkan perekonomian rakyat terpuruk.

Menurut data PBB, hampir seperempat dari 30 juta rakyat Venezuela saat ini membutuhkan bantuan.

Sebanyak 3,7 juta warga kini mengalami kekurangan gizi dan setidaknya 22 persen anak balita menderita malnutrisi kronis.

Baca juga: Pompeo Sebut China Biang Krisis Venezuela, Beijing: Bohong Tetaplah Bohong

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
Kembali Disebut Trump 'Pria Roket', Kim Jong Un Tidak Senang

Kembali Disebut Trump "Pria Roket", Kim Jong Un Tidak Senang

Internasional
Trump Sebut Perdana Menteri Kanada 'Si Muka Dua' di Pertemuan NATO

Trump Sebut Perdana Menteri Kanada "Si Muka Dua" di Pertemuan NATO

Internasional
13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

Internasional
Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Internasional
Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Internasional
Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Internasional
Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Internasional
AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

Internasional
Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Internasional
Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Internasional
Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

Internasional
UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X