Pompeo Sebut China Biang Krisis Venezuela, Beijing: Bohong Tetaplah Bohong

Kompas.com - 15/04/2019, 20:40 WIB
Orang-orang mengumpulkan air dari pipa rusak yang mengalir ke saluran pembuangan limbah di Sungai Guaire, Caracas, Venezuela, Senin (11/3/2019), dampak pemadaman listrik masif di negara itu. Di tengah krisis yang melanda Venezuela, pemadaman listrik massal yang terjadi berhari-hari di sejumlah kawasan negara itu menimbulkan banyak kekacauan seperti penjarahan hingga kesulitan air. AFP/JUAN BARRETOOrang-orang mengumpulkan air dari pipa rusak yang mengalir ke saluran pembuangan limbah di Sungai Guaire, Caracas, Venezuela, Senin (11/3/2019), dampak pemadaman listrik masif di negara itu. Di tengah krisis yang melanda Venezuela, pemadaman listrik massal yang terjadi berhari-hari di sejumlah kawasan negara itu menimbulkan banyak kekacauan seperti penjarahan hingga kesulitan air.

BEIJING, KOMPAS.com - China mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang menuduh Beijing sebagai pihak yang bertanggung jawab atas krisis panjang yang dihadapi Venezuela.

China telah menjadi kreditur utama Venezuela dan telah memelihara hubungannya dengan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro, yang juga didukung Rusia.

Namun dalam pidatonya di Chile pada Jumat (12/4/2019), Pompeo menyebut "bantuan finansial" dari China untuk rezim Maduro telah mendorong negara itu lebih cepat ke dalam krisis yang berkepanjangan.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Lu Kang menyebut Pompeo telah menyampaikan fitnah dan kebohongan tentang hubungan China dengan negara-negara Amerika Latin.


Baca juga: AS Mau Guyur Rp 141 Triliun untuk Venezuela, asal...

Sebaliknya, Beijing menuding Washington telah bertindak seolah Venezuela merupakan "pekarangan belakang" negaranya.

"Beberapa kali politisi AS menyampaikan hal yang sama, cerita yang sama untuk menfitnah China di mata dunia, mengipasi api dan menebarkan perselisihan di mana-mana," kata Lu Kang.

"Perkataan dan perbuatan (AS) itu adalah tindakan tercela. Tetapi kebohongan adalah sebuah kebohongan, bahkan jika Anda mengucapkannya ribuan kali, hal itu tetap masih kebohongan. Tuan Pompeo, Anda bisa berhenti sekarang," tambahnya, dikutip AFP.

Pompeo baru saja mengakhiri perjalanan kunjungan ke empat negara Amerika Selatan pada Minggu (14/4/2019) lalu di Cucuta, sebuah kota di Kolombia yang berbatasan dengan Venezuela dan menjadi titik perlintasan bagi ribuan warga yang melarikan diri dari negara yang dilanda krisis itu.

Dalam kunjungannya, Pompeo mengulang seruan AS kepada Maduro agar sang presiden segera mundur dari jabatannya, dengan Washington dan puluhan negara lain telah mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden interim Venezuela.

Baca juga: China: Venezuela Bukanlah Halaman Belakang Negara Lain

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X