Kompas.com - 14/04/2019, 19:29 WIB


SINGAPURA, KOMPAS.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab dipanggil SBY mencoblos di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Minggu (14/4/2019).

Mengenakan atasan batik biru, Ketua Umum Partai Demokrat itu tiba sekitar pukul 17.00 waktu setempat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Cluster 6 didampingi oleh elite Partai Demokrat, seperti Sekjen Hinca Panjaitan dan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari.

Selain itu, ikut terlihat juga akademisi serta aktivis Rocky Gerung. Kehadiran SBY disambut riuh oleh Warga Negara Indonesia (WNI) lain yang berada di lokasi, baik yang sedang mengantre maupun yang telah mencoblos.

Baca juga: Didampingi Rocky Gerung, SBY Mencoblos di Singapura

SBY dengan sabar melayani permintaan bersalaman dan selfie sebelum mengantri untuk memberikan suaranya.

Kurang dari satu menit, SBY selesai mencoblos kemudian memasukan surat suaranya ke kotak suara transparan yang telah disediakan.

SBY merupakan mantan kepala negara Indonesia pertama yang memilih di luar negeri. Baginya, ini merupakan suatu pengalaman baru. Dia juga menyambut hangat antusiasme WNI yang mengantri panjang berjam-jam demi menyalurkan hak suaranya.

“Untuk saya tidak ada masalah, lancar. Saya senang melihat partisipasi saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang ada di Singapura ini besar," katanya.

"Saya diberitahu oleh Pak Dubes, PPLN, bahwa dibanding dengan pemilu sebelumnya, jauh lebih besar, ini melegakan," ujarnya.

SBY melanjutkan, dengan memuji penyelenggaraan pemilu yang berjalan baik, tertib meski ada antrean yang sangat panjang bagi WNI.

Ketika ditanya apakah mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono telah mencoblos, SBY menyebut istrinya telah menggunakan hak suaranya pada Minggu pagi sambil terbaring di rumah sakit. Proses pencoblosan pun di rumah sakit berjalan dengan lancar. 

Baca juga: SBY dan Ani Yudhoyono Akan Mencoblos di Singapura Hari Ini

“Ibu Ani dengan senang hati memberikan suaranya karena Ibu Ani sadar suara rakyat itu penting. Rakyat tentu ingin negaranya lebih baik, pemimpin-pemimpinnya makin amanah, wakil-wakilnya juga begitu," katanya.

Pria berusia 69 tahun itu berharap agar rakyat Indonesia menjaga keamanan kedamaian, kelancaran, dan ketertiban. Dia juga meminta seluruh penduduk tetap kompak, rukun, dan bersatu.

“Kontestasi memang bisa keras, tetapi ingat kita harus tetap menjaga kerukunan kita," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.