Hari Ini dalam Sejarah: Satelit Navigasi Pertama di Dunia Diluncurkan

Kompas.com - 13/04/2019, 17:22 WIB
Roket Thor Able Star membawa Transit 1B ke angkasaethw Roket Thor Able Star membawa Transit 1B ke angkasa

Setelah mendapatkan respons positif dari militer, akhirnya program tersebut segera direalisasikan. Mereka mendapatkan sponsor dari program Polaris dan Advanced Research Projects Agency (ARPA).

Program Transit dimulai dengan peluncuran serangkaian satelit eksperimen pertama Transit-1A ke angkasa. Satelit ini berbentuk bulat dengan tenaga sel surya untuk pengoperasiannya.

Satelit Transit pertama meluncur pada 1959, namun tak mencapai orbit. Satelit ini hanya melakukan suborbital saja namun bisa membantu konsep sistem navigasi untuk penelitian selanjutnya.

Keberhasilan

Transit 1-B merupakan awal dari keberhasilan sistem navigasi dunia. Satelit itu berbentuk bola dengan berat sekitar 119 kilogram, berhasil mencapai orbit dan memulai konfigurasinya.

Satelit ini berhasil langsung mampu memverifikasi navigasi dan tercatat sebagai satelit navigasi pertama dunia.

Selain itu, Transit-1B juga merupakan satelit pertama yang menggunakan teknik stabilisasi magnetik untuk mempertahankan posisinya.

Walau hanya mampu bertahan beberapa bulan, keberhasilan ini juga memberikan banyak manfaat bagi Angkatan Laut AS.

Setelah satelit ini tak berfungsi, pihak peneliti mengembangkan lima satelit lain sejak April 1960 hingga 15 November 1961. Secara keseluruhan, sejumlah satelit itu mampu meningkatkan teknik sinyal navigasi.

Bermula dari edisi 1B, Transit juga beberapa kali dikembangkan dari berbagai jenis lainnya, seperti 2A, 3A, 3B, 4A, 4B hingga Transit 5 dengan rentan waktu peluncuran berurutan.

Baca juga: Kisah Sputnik 2, Satelit yang Membawa Hewan Pertama Mengorbit Bumi

Negara lain mengikuti

Walaupun tercatat sebagai satelit navigasi pertama, negara lain juga mengikuti pengembangan untuk satelit navigasi lain. Uni Soviet meluncurkan Glonass pada akhir 1960-an yang sekarang dijalankan oleh angkatan bersenjata Rusia.

Cina juga meluncurkan sistem BeiDou semenjak tahun 2000 dengan cakupan seluruh dunia hingga pada 2020. India memiliki IRNSS-nya, yang menyediakan jangkauan di seluruh sub-benua.

Uni Eropa juga tidak ketinggalan, Sistem Galileo dijadwalkan akan beroperasi pada 2020.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X