Masa Ujian Selesai, Kota di India Ini Cabut Larangan Main PUBG

Kompas.com - 01/04/2019, 21:29 WIB
Ilustrasi gameplay PUBG di ponsel BGR.inIlustrasi gameplay PUBG di ponsel

AHMEDABAD, KOMPAS.com - Aplikasi permainan daring, Player Unknown's Battle Grounds ( PUBG) telah mendapat banyak kritikan dalam beberapa bulan terakhir di India.

Bahkan otoritas berwenang di sejumlah kota di negara bagian Gujarat mengeluarkan larangan terhadap permainan itu karena dianggap sebagai penyebab anak-anak teralihkan konsentrasi belajarnya.

Pemerintah kota Rajkot dan juga kepolisian kota Ahmedabad sempat mengumumkan melarang permainan bergenre tembak menembak itu.

Bahkan sejumlah pelajar telah ditahan setelah kedapatan nekat memainkan permainan itu meski larangan telah dikeluarkan.

Akan tetapi, menyusul keputusan pelarangan yang tidak sepenuhnya diterima dengan positif, kepolisian Ahmedabad akhirnya memilih mencabut larangan tersebut.

Baca juga: Terlalu Asyik Main PUBG, 16 Mahasiswa India Ditangkap Polisi

Larangan bermain permainan online PUBG di Kota Ahmedabad telah resmi dicabut. Namun pihak berwenang mengatakan bahwa pelarangan sejak semula dimaksudkan untuk dilakukan selama satu bulan.

Pihak kepolisian Ahmedabad semula mengeluarkan larangan tersebut demi mencegah anak-anak dalam belajar selama masa ujian.

"Karena sesi ujian telah berakhir dan pemicu langsung untuk memulai larangan tidak berlaku lagi, kami tidak akan memperbarui pernyataan larangan. Kami juga telah mempertimbangkan reaksi publik," kata Komisaris Polisi Ahmedabad, AK Singh, dikutip India Today.

Sementara penghapusan larangan itu mungkin menjadi kabar baik bagi para pemain PUBG di Ahmedabad, namun pihak kepolisian mengaku kekhawatiran akan dampak kecanduan permainan itu masih ada.

"Bagaimana pun kami masih khawatir dengan masalah ini, karena kami menemukan adanya warga dan anak-anak yang telah memainkan permainan ini secara berlebihan."

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X