Kompas.com - 29/03/2019, 19:41 WIB

WELLINGTON, KOMPAS.com - Di tengah keputusan pemerintah Selandia Baru untuk memulai perumusan pengetatan aturan senjata, ada lebih dari 11.000 orang menandatangani petisi untuk menentangnya.

Diwartakan CNN, Jumat (29/3/2019), usulan undang-undang senjata yang lebih keras disepakati setelah teror penembakan masjid di Christchurch.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan larangan senjata semi-otomatis bergaya militer dan senapan serbu hanya beberapa hari setelah peristiwa yang menewaskan 50 orang pada 15 Maret lalu.

Baca juga: Suasana Hening Saat 50 Nama Korban Tewas Penembakan di Masjid Selandia Baru Dibacakan

Para penanda tangan menilai, perubahan kebijakan itu tidak adil untuk warga negara Selandia Baru yang taat hukum.

Petisi tersebut diluncurkan pada Senin lalu, dan hingga kini telah mengumpulkan lebih dari 11.100 tanda tangan.

"Kami percaya perubahan terhadap peraturan senjata api Selandia Baru adalah keliru, sebagian karena kecepatan penerapannya dan juga karena tekanan publik yang didorong secara emosional," demikian bunyi petisi tersebut.

Gun City, pemasok senjata api terbesar di negara itu, menuntut agar pemegang lisensi senjata api diperlakukan secara adil dan wajar.

Namun, Direktur Pelaksana Gun City David Tipple mengatakan pria bersenjata yang melakukan teror di Christchurch telah membeli empat senjata dari tokonya.

Ada sekitar 1,2 juta senjata beredar di "Negeri Kiwi", yang banyak digunakan oleh petani atau pemburu yang terdaftar.

"Kami adalah warga negara yang taat hukum, tapi kami dinilai sebagai penjahat yang tidak bisa dipercaya," kata seorang warga di kota Nelson, Blair Jones.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.