Korban Termuda Aksi Teror di Masjid Selandia Baru Pulang dari Rumah Sakit

Kompas.com - 28/03/2019, 08:02 WIB
Warga lintas agama mendatangi Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, untuk meletakkan bunga dan berdoa bagi korban serangan teror, Senin (18/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka. AFP PHOTO/DAVID MOIRWarga lintas agama mendatangi Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, untuk meletakkan bunga dan berdoa bagi korban serangan teror, Senin (18/3/2019). Seluruh dunia berduka dan mengirimkan simpati atas aksi teror penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch yang terjadi Jumat (15/3/2019) lalu, yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan puluhan luka-luka.

 

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Korban termuda aksi teror penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru, dilaporkan telah keluar dari rumah sakit.

Averroes diselamatkan sang ayah yang merupakan Warna Negara Indonesia (WNI) Zulfirman Syah ketika penembakan terjadi saat Shalat Jumat 15 Maret lalu.

Baca juga: Dinas Intelijen Selandia Baru Boleh Lakukan Kegiatan yang Mengganggu

Teroris asal Grafton, Australia, menyerang Masjid Al Noor dan Linwood. Menewaskan 50 jemaah yang sedang menunaikan shalat, dan melukai 48 lainnya.

Zulfirman melindungi bocah berusia dua tahun itu dengan tubuhnya ketika teroris menyerang Linwood dan menewaskan tujuh jemaah di sana.

Istri Zulfirman Alta Sacra dalam unggahannya di Facebook menuturkan suaminya menderita luka tembakan di sejumlah bagian tubuh kala melindungi putranya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah mendapat operasi rekonstruktif secara intensif, kondisi alumnus Jurusan Seni Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Yigyakarta itu mulai membaik.

Dia pun bakal segera diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Adapun Averroes menderita luka tembak di bagian kaki serta punggung, diwartakan NZ Herald Rabu (27/3/2019).

Averroes dikabarkan sudah keluar dari rumah sakit enam hari pasca-penembakan, dengan pihak keluarga meminta agar privasi mereka dihormati.

"Ini menjadi masa sulit baik bagi keluarga kami maupun para korban yang lain," ujar Sacra du Facebook seraya berterima kasih atas dukungan yang diterima dari seluruh dunia.

Pekan lalu, keluarga itu sudah menemui Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dengan Sacra mengungkapkan, Ardern memberikan simpati.

"Dia adalah sosok penyayang dengan keinginan mencegah adanya orang-orang tak bertanggung jawab berusaha menyebabkan kekacauan di negeri ini," ujar Sacra.

"Sekali lagi, kami berterima kasih atas dukungan yang terus mengalir dan setiap uluran tangan yang kami terima di momen sulit ini," tuturnya.

Selepas insiden tersebut, Ardern langsung mengumumkan pemerintahannya bakal mengeluarkan hukum pembatasan senapan serbu gaya militer maupun semi-otomatis.

Baca juga: Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru: Jangan Sedih, Aku Baik-baik Saja...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.