Kompas.com - 22/03/2019, 19:45 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Pemenang Penghargaan Nobel Perdamaian Malala Yousafzai kembali muncul dan bersuara.

Kali ini, dia mendesak agar KTT G20 pada Juni mendatang yang digelar di Jepang meningkatkan pendanaan baru untuk pendidikan anak-anak perempuan.

Berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyp, Jumat (22/3/2019), Malala menekankan pentingnya berinvestasi pada anak perempuan untuk pertumbuhan ekonomi masa depan dan stabilitas global.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Malala Yousafzai, Melantang bagi Pendidikan Anak

"Sebagai ketua G20 tahun ini, saya berharap Perdana Menteri Abe di Jepang akan memimpin pendidikan anak perempuan," katanya, seperti diwartakan AFP.

"Saya mendorong semua pemimpin untuk berkomitmen pada pendanaan baru guna mempersiapkan anak perempuan bagi masa depan pekerjaan mereka," imbuhnya.

Dia juga berharap, negara-negara yang tergabung dalam G-20 dan di seluruh dunia menyadari potensi penuh para perempuan dalam dunia kerja melalui pendidikan.

Malala telah menjadi simbol global bagi pendidikan anak perempuan dan HAM.

Saat Taliban menguasai Pakistan, kelompok itu melarang perempuan bersekolah dan kegiatan budaya seperti menari, bahkan menonton televisi juga tidak diperbolehkan.

Sebagai remaja yang begitu peduli dengan dunia pendidikan, Malala menulis blog mengenai kehidupan di bawah ancaman Taliban yang menolak pendidikan.

Identitasnya disembunyikan sehingga dia memakai nama samaran sebagai Gul Makai.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.