6 Tahun Setelah Ditembak Taliban, Malala Yousafzai Kembali ke Pakistan

Kompas.com - 29/03/2018, 09:32 WIB
Peraih Nobel pada 2014 Malala Yousafzai berada di Mexico City, Meksiko, 1 September 2017. (AFP/Alfredo Estrella) ALFREDO ESTRELLAPeraih Nobel pada 2014 Malala Yousafzai berada di Mexico City, Meksiko, 1 September 2017. (AFP/Alfredo Estrella)

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Aktivis dan peraih nobel Malala Yousafzai kembali ke negara asalnya, Pakistan, enam tahun setelah dia ditembak oleh kelompok bersenjata Taliban karena menyerukan pendidikan bagi perempuan.

Dilansir dari AFP, Kamis (29/3/2018), Malala dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi dalam kunjungan selama empat hari. Namun, rincian lebih lanjut tetap dirahasiakan.

Dengan ditemani orangtuanya dan beberapa orang dari Malala Fund, perempuan berusia 20 tahun itu dikawal ketat oleh pasukan keamanan sesampainya di Bandara Internasional Benazir Bhutto.

Baca juga : Pakai Jeans Ketat dan Sepatu Hak Tinggi, Malala Yousafzai Dikritik

Malala menandai kunjungan pertamanya ke Pakistan sejak 2012, ketika itu kelompok bersenjata dengan topeng mengentikan dan menumpang bus yang mengantarkannya ke rumah dari sekolah, kemudian mereka menembak kepalanya.

Pekan lalu, Malala mengungkapkan kerinduan terhadap tanah airnya. Sementara, sekarang dia tinggal di Inggris.

"Pada hari ini, saya sangat menyukai kenangan indah tentang rumah, bermain kriket di atas atap dan menyanyikan lagu kebangsaan di sekolah. Selamat Hari Pakistan," tulisnya di Twitter pada 23 Maret lalu.

Selamat dari serangan Taliban, Malala diterbangkan ke luar negeri untuk menjalani operasi.

Malala telah memulai kampanyenya pada usia 11 tahun, ketika dia mulai menulis blog untuk layanan BBC berbahasa Urdu pada 2009, dengan nama samaran. Dia menulis tentang kehidupan di bawah pendudukan Taliban, di Swat, Pakistan.

Baca juga : Malala dan Pelapor PBB untuk Myanmar Kritik Suu Kyi

Sejak Taliban mengambil alih wilayah Swat pada 2007, banyak warga yang dibunuh, orang-orang dicambuk di depan umum, perempuan dilarang pergi ke pasar, dan anak perempuan tidak boleh mendapat akses pendidikan.

Setelah insiden penembakan dan pemulihan kondisinya, Malala menjadi figur yang dikenal luas secara global.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X