Telan 40 Kilogram Plastik, Seekor Paus Mati di Pesisir Filipina

Kompas.com - 18/03/2019, 19:07 WIB
Foto dirilis pada Sabtu (2/6/2018) dan diambil pada Senin (28/5/2018) memperlihatkan seekor paus pilot jantan yang telah mati setelah dievakuasi relawan ThaiWhales dan dokter hewan dari Departemen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir Thailand di pesisir pantai di Songkhla, Thailand. Otopsi yang dilakukan mengungkap 80 kantong plastik dengan berat mencapai 8 kilogram berada di dalam perut mamalia laut naas itu. AFP PHOTO/THAIWHALES/HANDOUTFoto dirilis pada Sabtu (2/6/2018) dan diambil pada Senin (28/5/2018) memperlihatkan seekor paus pilot jantan yang telah mati setelah dievakuasi relawan ThaiWhales dan dokter hewan dari Departemen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir Thailand di pesisir pantai di Songkhla, Thailand. Otopsi yang dilakukan mengungkap 80 kantong plastik dengan berat mencapai 8 kilogram berada di dalam perut mamalia laut naas itu.
|

MANILA, KOMPAS.com - Seekor paus kelaparan dengan 40 kilogram plastik di perutnya ditemukan dalam kondisi mati setelah terdampar di sebuah pantai di Filipina.

Paus sepanjang 4,7 meter itu terdampar di kota Mabini pada Jumat pekan lalu.

Para nelayan dan staf pemerintah setempat sempat mencoba mengembalikan hewan itu ke laut.

Baca juga: Paus Mati di Wakatobi, Bukti Nyata Indonesia Darurat Sampah Plastik

Namun, setiap kali dikembalikan ke laut, mamalia itu selalu kembali ke tempat yang dangkal. Demikian Biro Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Filipina.

"Paus itu tak bisa berenang sendiri. Dia sudah amat lemah. Dia mengalami dehidrasi dan di hari kedua hewan itu muntah darah," kata direktur biro Fatma Idris.

Kematian paus ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Global Alliance for Incinerator Altenative merilis laporan terkait penggunaan plastik di Filipina.

Data itu membeberkan, setidaknya 60 juta saset plastik digunakan setiap tahun di Filipina.

Paus itu mati karena kelaparan dan tak bisa makan karena sampah plastik memenuhi perutnya.

Demikian dijelaskan Darrell Blatchley, direktur D'Bone Collector Museum yang melakukan pemeriksaan terhadap paus itu.

"Kondisi ini amat menyedihkan dan menjijikkan. Kami melakukan pembedahan terhadap bangkai 61 lumba-lumba dan paus selama 10 tahun terakhir," kata Darrell.

"Dan ini adalah yang terbesar jumlah plastiknya yang pernah kami temukan," tambah dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Internasional
Muncul 142 Kasus Baru, Korban Infeksi Virus Corona Korea Selatan Capai 346 Orang

Muncul 142 Kasus Baru, Korban Infeksi Virus Corona Korea Selatan Capai 346 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X