Suami Korban Teroris Selandia Baru Maafkan Pembunuh Istrinya

Kompas.com - 17/03/2019, 20:01 WIB
Farid Ahmad (59), selamat dari serangan teroris di masjid Al Noor, Selandia Baru. Namun, sang istri Husna tewas dalam tragedi yang terjadi pada Jumat (15/3/2019) itu. AFP/DAVID MOIR Farid Ahmad (59), selamat dari serangan teroris di masjid Al Noor, Selandia Baru. Namun, sang istri Husna tewas dalam tragedi yang terjadi pada Jumat (15/3/2019) itu.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Seorang pria yang istrinya tewas dalam serangan teror di Christchurch, Selandia Baru mengatakan, dia tidak membenci sang pelaku penembakan.

Farid Ahmad, nama pria itu, mengatakan telah memaafkan pelaku dan menegaskan memafkan adalah langkah terbaik menuju masa depan.

"Saya akan katakan kepada dia bahwa saya mencintainya sebagai manusia," ujar Farid seperti AFP.

Baca juga: Jenazah Korban Teror di Selandia Baru Mulai Dikembalikan ke Pihak Keluarga

"(Namun), saya tidak bisa menerima perbuatannya. Apa yang dia lakukan adalah kesalahan," tambah dia.

Saat ditanya apakah Farid memaafkan, pria Australia pelaku penembakan itu, dia memberikan jawabannya.

"Tentu saja. Hal terbaik adalah memaafkan, kemurahan hati, kasih sayang, dan kepositifan," ujar Farid.

Husna Ahmad (44) tewas di masjid Al Noor. Dia adalah dua korban tewas pertama dalam aksi teror tersebut.

Farid dan istrinya beremigrasi dari Bangladesh ke Selandia Baru pada 1990 dan dianugerahi seorang puteri.

Saat penembakan terjadi, Husna membantu beberapa orang menyelamatkan diri dari ruangan untuk perempuan dan anak-anak di masjid itu.

"Dia berteriak 'lewat sini, cepat', dan dia membawa banyak anak-anak dan perempuan ke tempat aman," ujar Farid.

"Lalu dia kembali lagi untuk memeriksa keadaan saya, karena saya memakai kursi roda. Dan saat dia mendekati pintu gerbang, dia tertembak," kenang Farid.

"Dia amat sibuk menyelamatkan nyawa orang lain dan melupakan keselamata nnya sendiri," tambah pria itu.

Farid (59), yang harus duduk di kursi roda setelah tertabrak mobil pada 1998, yakin dirinya selamat dari maut karena pelaku fokus ke target lainnya.

"Orang ini menembak satu orang dua atau tiga kali. Itulah yang memberi kami waktu untuk bergerak. Dia bahkan menembak berulang kali orang yang sudah tewas beberapa kali," tambah Farid.

Fsrid menambahkan, dia tak menemukan istrinya saat meninggalkan masjid. Dia baru mengetahui nasib sang istri setelah seseorang mengambil foto jenazahnya.

"Foto jenazahnya ada di media sosial. Seseorang kemudian memperlihatkan foto itu kepada saya dan saya mengenalinya dengan mudah," kata dia.

Farid melanjutkan, jika dia bisa duduk bersama dengan pelaku penembakan, dia akan mendorong pria itu untuk memikirkan kembali hidupnya.

Baca juga: Video Teroris Tersiar di Media Sosial, PM Selandia Baru Tuntut Penjelasan Facebook

"Saya akan katakan kepada dia bahwa dia memiliki potensi untuk menjadi orang baik. Menjadi penolong orang lain, menyelamatkan kemanusiaan dan bukan menghancurkannya," ujar Farid.

"Saya ingin dia memandang hal positif di dalam dirinya dan saya berdoa agar dia menjadi orang baik satu hari nanti. Saya tak menaruh dendam apapun," Farid menegaskan.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Raja Malaysia Hentikan Rombongannya untuk Tolong Korban Kecelakaan

Raja Malaysia Hentikan Rombongannya untuk Tolong Korban Kecelakaan

Internasional
Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Internasional
Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Internasional
Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional

Close Ads X