Video Teroris Tersiar di Media Sosial, PM Selandia Baru Tuntut Penjelasan Facebook

Kompas.com - 17/03/2019, 15:27 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.AFP / MARTY MELVILLE / OFFICE OF PRIME MINITER NEW ZEALAND Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyampaikan ingin mencari penjelasan dari pihak Facebook atas insiden siaran langsung aksi teror penembakan masjid di platform mereka.

Sebuah video yang memperlihatkan aksi teroris bersenjata menyerang dan membantai jemaah masjid Al Noor di Christchurch sempat disiarkan secara langsung selama sekitar 16 menit.

Video tersebut akhirnya tersebar dan banyak dibagikan ulang di media sosial lainnya, termasuk Youtube dan Twitter, meski kini telah ada upaya dari masing-masing platform untuk menghapus dan mencegah kembali diunggahnya video itu.

"Kami berusaha sebisa mungkin untuk menghapus, atau berusaha untuk menghapus, beberapa rekaman yang telah beredar setelah serangan teroris ini," kata Ardern, dikutip AFP, Minggu (17/3/2019).

Baca juga: Unggah Postingan Dukung Aksi Teror di Selandia Baru, Pria Inggris Ditahan

"Tapi pada akhirnya, tergantung pada masing-masing platform itu untuk memfasilitasi penghapusannya," tambahnya.

"Saya berpikir ada pertanyaan lebih lanjut yang harus dijawab," ujar Ardern yang mengaku telah berkomunikasi dengan kepala operasi Facebook, Sheryl Sandberg.

Dalam pernyataannya, pada Minggu (17/3/2019), Direktur Kebijakan Facebook untuk Australia dan Selandia Baru, Mia Garlick telah berjanji bakal bekerja sepanjang waktu untuk menghapus konten yang melanggar.

"Dalam 24 jam pertama, kami telah menghapus 1,5 juta video serangan secara global, dengan lebih dari 1,2 juta di antaranya diblokir saat diunggah," kata pernyataan Facebook.

Pernyataan Arden telah turut didukung Perdana Menteri Australia Scott Morrison dalam menyatakan keraguan bahwa peraturan yang berlaku saat itu sudah cukup dijalankan.

Morrison mengatakan, perusahaan-perusahaan sosial media telah bekerja sama sejak serangan terjadi.

"Tetapi sayangnya, kapasitas untuk benar-benar membantu sepenuhnya sangat terbatas pada sisi teknologi," kata Morrison.

"Jaminan yang memberikan bahwa begitu konten tersebut ditarik, sebuah aturan yang akan memastikan konten yang sama diunggah kembali belum benar-benar terjadi," ujarnya.

"Jadi saya berpikir ada beberapa diskusi nyata yang harus dilakukan tentang bagaimana fasilitas dan kapabilitas seperti yang ada di media sosial dapat terus ditawarkan," tutur Morrison.

Baca juga: Facebook dan YouTube Hapus Video Penembakan di Selandia Baru

Video yang sangat eksplisit tentang aksi penembakan yang dilakukan teroris asal Australia itu sempat menggegerkan dunia maya.

Banyak yang mengecam, namun tidak sedikit pengguna internet yang dengan latah turut membagikannya sehingga menyebarkan ketakutan dan kebencian di tengah masyarakat.


Terkini Lainnya

Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional
Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Nasional
Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Nasional
Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Regional
Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Internasional
Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Megapolitan
Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Nasional
Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Regional
Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Internasional
Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Megapolitan
Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Nasional
Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Nasional

Close Ads X