Jenazah Korban Teror di Selandia Baru Mulai Dikembalikan ke Pihak Keluarga

Kompas.com - 17/03/2019, 16:51 WIB
Tangkapan layar dari tayangan televisi memperlihatkan seorang korban tiba di rumah sakit pasca-insiden penembakan di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam keterangannya mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror tersebut.AFP PHOTO/TV NEW ZEALAND Tangkapan layar dari tayangan televisi memperlihatkan seorang korban tiba di rumah sakit pasca-insiden penembakan di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam keterangannya mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror tersebut.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Otoritas Selandia Baru akan segera memulai proses untuk mengembalikan sisa jenazah korban serangan teror di masjid kepada pihak keluarga.

Sebanyak 50 jenazah korban yang telah dipindahkan dari dua masjid yang menjadi sasaran penembakan massal di kota Christchurch akan segera dikembalikan mulai Minggu (17/3/2019) malam.

Proses penyerahan kembali jenazah korban ke pihak keluarga akan dilakukan secepatnya sehingga keluarga korban dapat segera melangsungkan upacara pemakaman.

Petugas koroner mengatakan, mereka akan menyerahkan kembali setidaknya satu jenazah pada Minggu malam dan paling lambat pada Rabu (20/3/2019) seluruh 50 jenazah sudah bisa dipulangkan.

Baca juga: Korban Tewas Serangan Teror di Masjid Selandia Baru Jadi 50 Orang

"Seluruh korban meninggal telah menjalani CT scan, pengambilan sidik jari, dan barang-barang yang dikenakan sudah dicopot," kata Kepala Koroner, Deborah Marshall, menambahkan pengambilan cetakan gigi dan pemeriksaan pasca-kematian juga telah dilakukan.

Sementara Perdana Menteri Jacinda Ardern menegaskan, jenazah para korban meninggal akan mulai dipulangkan ke pihak keluarga malam ini dan semua diharapkan sudah selesai diserahkan pada Rabu.

Pihak keluarga korban telah mendesak agar jenazah anggota keluarga mereka yang tewas dalam aksi teror dapat segera dikembalikan untuk dimakamkan.

Kebiasaan dalam ajaran Islam bahwa seseorang yang meninggal harus segera dimakamkan dan tidak boleh ditunda-tunda.

Namun pemerintah Selandia Baru dan tim penyelidik terpaksa meminta keluarga korban untuk menunggu agar tidak ada kesalahan dalam proses penyelidikan.

Serangan teror di dua masjid di kota Christchurch telah menewaskan 50 jemaah dan melukai 50 lainnya.

Sebanyak 42 korban ditemukan tewas di masjid Al Noor yang menjadi sasaran pertama pelaku teror, sedangkan tujuh jenazah ditemukan di masjid Linwood yang menjadi lokasi kedua.

Satu korban lainnya meninggal setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Hingga kini masih ada sekitar 34 korban luka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, dengan 11 di antaranya dalam kondisi kritis.

Baca juga: Galang Dana dan Sumbang Makanan Halal, Bentuk Solidaritas Warga Selandia Baru Pascateror


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X