Kritik Presiden Sudan di Twitter, Pemimpin Oposisi Bahrain Dihukum Penjara

Kompas.com - 14/03/2019, 22:16 WIB
Tokoh oposisi Bahrain, Ibrahim Sharif, pada tahun 2015. AFP / MOHAMMED AL-SHAIKHTokoh oposisi Bahrain, Ibrahim Sharif, pada tahun 2015.

AL-MANAMAH, KOMPAS.com - Pengadilan Bahraih telah menjatuhkan hukuman enam bulan penjara terhadap tokoh pemimpin oposisi atas komentarnya di media sosial yang mengkritik Presiden Sudan.

Ibrahim Sharif, anggota pendiri partai Aksi Masyarakat Demokratik Nasional (Waed), yang dibubarkan Mei tahun lalu, dinyatakan bersalah atas komentarnya di Twitter pada Desember lalu, yang menulis tentang Presiden Sudan Omar al-Bashir.

Dalam twitnya, Sharif menguggah foto Presiden Omar dengan tulisan "Pergi dari sini, bung". Dia juga menuliskan kalimat, "Telah tiba saatnya kebebasan bagi Sudan dan kepergian bagi presiden diktator".

Pasal 215 Undang-Undang Pidana Bahrain menetapkan bahwa siapa pun yang "secara terang-terangan menghina" negara asing atau pemimpinnya, maka dapat dijatuhi hukuman penjara hingga dua tahun.

Baca juga: UEA, Arab Saudi, Bahrain, dan Mesir Pernah Berniat Menginvasi Qatar

Pengadilan Bahrain pada Rabu (13/3/2019) menjatuhkan hukuman penjara enam bulan kepada Sharif ditambah dengan denda sebesar 500 dinar (sekitar Rp 18,9 juta).

Putusan hukuman tersebut mendapat kecaman dari Amnesti Internasional dan Institut Hak Asasi dan Demokrasi Bahrain (BIRD).

"Rakyat Bahrain dipaksa membayar harga yang cukup besar hanya karena mengekspresikan pandangan mereka," kata direktur riset Timur Tengah dari Amnesti Internasional, Lynn Maalouf.

"Sangat mengejutkan bahwa seseorang dapat dibawa ke hadapan pengadilan dan diadili, bahkan menjalani hukuman, karena mengutarakan pendapat mereka di Twitter," imbuhnya, dikutip Middle East Eye, Kamis (14/3/2019).

Amnesti mengatakan, Sharif bakal mengajukan banding, serta membayar uang jaminan agar tidak ditahan sampai ada keputusan dari pengadilan banding.

Sementara menurut kepala advokasi BIRD, Sayed Ahmed Alwadaei, putusan pengadilan terhadap Sharif telah menjadi pukulan keras untuk kebebasan berekspresi masyarakat Bahrain.

"Juga menunjukkan paranoia (ketakutan) keluarga penguasa terhadap pengungkapan pelanggaran HAM dari sesama rekan diktator Arab mereka," ujar Alwadaei.

Baca juga: Pesepak Bola Bahrain yang Pernah Buron Ini Jadi Warga Negara Australia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Internasional
Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Internasional
Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

Internasional
Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X