Kompas.com - 13/03/2019, 13:30 WIB

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan merilis video kehidupan mereka di benteng terakhir di Baghouz, desa tepi Sungai Eufrat.

Video itu merupakan satu dari yang dirilis ISIS dalam beberapa bulan terakhir di tengah kepungan dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Baca juga: Kapolri Sebut Terduga Teroris di Sibolga Berafiliasi ISIS

Diwartakan The Guardian Selasa (12/3/2019), video itu menunjukkan sekelompok kecil anggota ISIS berkumpul di dekat pot berisi makanan.

Dalam video berdurasi dua menit seperti yang dipublikasikan Guardian, nampak seorang pejuang yang menyebut dirinya sebagai Abu Abid al-Azeem.

Azeem mengklaim kelompok mereka dipersekusi sejak dideklarasikan oleh Abu Bakar al-Baghdadi dan menguasai timur Suriah dan barat Irak lima tahun silam.

"Apa kesalahan kami? Apa dosa kami? Mengapa pesawat mengebom kami?" tanya Azeem. Dia berkata seluruh negara di dunia bangkit dan memerangi mereka.

Azeem mengklaim mereka dikepung dan diserang siang dan malam, sementara dunia hanya diam dan terus memerangi mereka. "Padahal kami hanya menegakkan hukum Syariah," kilahnya.

"Besok, jika Tuhan berkehendak, maka kami semua bakal berada di surga. Sementara mereka (penyerang) bakal terbakar di neraka," koar Azeem.

Video itu menunjukkan sebagian dari Baghdadi masih bisa dihuni sejak pertempuran terakhir ISIS dengan SDF memasuki pekan keempat.

Nampak pria dan perempuan berlalu lalang di kawasan yang nampaknya menjadi jalan utama desa yang dekat dengan perbatasan Irak tersebut.

Sekitar 30.000 orang melarikan diri dari Baghouz dalam beberapa bulan terakhir ke kamp pengungsian yang dikelola SDF, dengan kebanyakan adalah keluarga anggota ISIS.

Petinggi SDF menjelaskan ada 2.000 orang yang kabur dari Baghouz pada Selasa. Meski begitu, mereka masih belum melancarkan serangan pamungkas.

Setelah satu demi satu wilayah yang dikuasai ISIS direbut koalisi internasional, para pemimpin ISIS mati-matian mempertahankan Baghouz.

Baca juga: Malaysia Bisa Izinkan Warganya yang Gabung ISIS untuk Pulang, Ini Syaratnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.