5 Kisah Para Korban Tewas Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

Kompas.com - 12/03/2019, 09:56 WIB
Seorang pria membawa puing di lokasi jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines di Bishoftu, sebuah kota sekitar 60 kilometer tenggara Addis Ababa, Etiopia, Minggu (10/3/2019). (AFP/MICHAEL TEWELDE) Seorang pria membawa puing di lokasi jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines di Bishoftu, sebuah kota sekitar 60 kilometer tenggara Addis Ababa, Etiopia, Minggu (10/3/2019). (AFP/MICHAEL TEWELDE)

"Dengan kesedihan yang mendalam, saya mengumumkan istri saya yang tercinta, Blanka, putra saya Martin dan putri saya Michala, meninggal dalam insiden di Addis Ababa pagi ini," tulis Hrnko di Facebook.

Kursus pelatihan

Dua peneliti, Doaa Atef dan Abdel Hamid El Farag, dari Desert Research Center yang berbasis di Kairo, Mesir, ikut penerbangan Ethiopian Airlines pada Minggu pagi.

Mereka bersiap untuk menempuh kursus pelatihan di Kenya.

"Saya ingat Doaa begitu bersemangat malam sebelum pergi, itu terakhir kali saya melihatnya. Dia sangat senang, dia seperti burung terbang," kata ayah Doaa, Atef Abdelsalam.

Misi perdamaian

Christine Alolo bekerja dengan African Mission di Somalia, lembaga pasukan penjaga perdamaian yang berjuang untuk menjaga keamanan di negara itu.

Alolo, seorang warga negara Uganda dan ibu dari dua anak. Sebagai komisioner polisi misi tersebut, dia rencananya akan kembali ke Mogadishu dari Italia.

Dia bergabung dengan polisi di Uganda sebagai kadet pada 2001 dan bertugas di berbagai posisi komando.

"Dia adalah anggota pasukan yang sangat dihormati yang mencintai pekerjaannya," kata kepolisian Uganda dalam sebuah pernyataan.

Pekerjaan kemanusiaan

Diwartakan ABC, jumlah anggota staf PBB dan pekerja bantuan dari lembaga lain di pesawat nahas itu mungkin lebih tinggi dari biasanya.

Hal itu karena adanya konferensi selama sepekan yang digelar oleh Program Lingkungan PBB (UNEP) di Nairobi, yang dimulai pada Senin.

Baca juga: Pesawat Ethiopian Airlines Keluarkan Asap dan Suara Aneh Sebelum Jatuh

Joanna Toole termasuk yang tewas. Dia berasal dari Inggris yang bekerja sebagai konsultan perikanan untuk Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan organisasi internasional tersebut sedang berduka.

"Rekan-rekan kami adalah perempuan dan pria, profesional junior dan pejabat berpengalaman, berasal dari seluruh penjuru dunia dan dengan beragam keahlian," kata Guterres.

Halaman:


Sumber AFP,ABC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X