Pesawat Ethiopian Airlines Keluarkan Asap dan Suara Aneh Sebelum Jatuh

Kompas.com - 12/03/2019, 06:19 WIB
Seorang petugas membawa sebuah potongan pesawat milik Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu,  60 kilometer sebelah tenggara  ibu kota Addis Ababa. Tragedi ini menewaskan 157 orang penumpang dan awak pesawat.AFP/MICHAEL TEWELDE Seorang petugas membawa sebuah potongan pesawat milik Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu, 60 kilometer sebelah tenggara ibu kota Addis Ababa. Tragedi ini menewaskan 157 orang penumpang dan awak pesawat.

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Tragedi jatuhnya pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3/2019) membuat seluruh dunia berduka.

Sebanyak 157 orang yang berada di dalamnya tewas. Seorang penumpang yang ketinggalan pesawat lolos dari maut.

Diwartakan Sky News mengutip Reuters, dua saksi mata melihat asap keluar dari pesawat model Boeing 737 MAX 8 itu ketika pesawat menukik.

Baca juga: Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh, Saham Boeing Menukik Tajam


Mereka juga mendengar suara bising aneh dan puing-puing bertebaran saat berbelok di atas sekawanan sapi yang panik sebelum menyentuh tanah.

Malka Galato, petani sekaligus pemilik lahan yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat, mengaku melihat asap dan percikan api dari belakang pesawat.

"Pesawat itu sangat dekat dengan tanah dan berbelok. Sapi yang merumput di ladang berlari dengan panik," katanya.

Seorang petani lainnya, Tamirat Abera, mengatakan pesawat itu mencoba untuk naik sebelum menukik tajam dan jatuh.

Dia juga melihat asap putih dan barang-barang yang tampak seperti pakaian dan kertas, kemudian pesawat jatuh sejauh 300 meter dari posisinya.

"Dia mencoba untuk naik tapi gagal, dan jatuh dengan hidung lebih dulu," ujarnya.

"Ada api dan asap putih yang kemudian berubah menjadi hitam," ucapnya.

Kini para penyelidik dan pakar bekerja untuk mengumpulkan puing-puing terakhir pesawat Ethiopian Airlines.

Laporan CNN menyebutkan, puing-puing pesawat beradai di atas lubang seukuran lapangan basket di ladang milik Galato.

Petugas Palang Merah tampak mengenakan masker dan sarung tangan untuk mencari puing-puing, barang-barang, dan potongan tubuh korban. Barang pribadi seperti tas dan ransel menjadi fokus pencarian sebagai dokumen identifikasi.

Sementara bagian puing pesawat ditempatkan secara terpisah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ratusan penduduk setempat mengelilingi lokasi kecelakaan.

Baca juga: Kedua Kotak Hitam Ethiopian Airlines Ditemukan

Sementara itu, manajemen Ethiopian Airlines merilis identitas pilot yang diidentifikasi sebagai Yared Getachew.

Dia adalah pilot senior maskapai tersebut yang telah memiliki pengalaman terbang lebih dari 8.000 jam.

CEO Ethiopian Airlines bahkan menyebutnya sebagai penerbang dengan rekor terbang yang sangat baik.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Close Ads X