Australia Umumkan Kembali Buka Pusat Penampungan Imigran di Pulau Christmas

Kompas.com - 13/02/2019, 20:28 WIB
Pagar kawat berduri yang terpasang di kamp penahanan migran lepas pantai yang kontroversial di Pulau Christmas. AFP-SERVICES / MICK TSIKAS / DIG/AAP/MINDPagar kawat berduri yang terpasang di kamp penahanan migran lepas pantai yang kontroversial di Pulau Christmas.

CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Australia telah mengumumkan akan kembali membuka pusat penampungan imigran di lepas pantai yang kontroversial di Pulau Christmas.

Pengumuman tersebut disampaikan Perdana Menteri Scott Morrison, pada Rabu (13/2/2019), menyusul keputusan parlemen Australia yang mengesahkan undang-undang baru yang diyakini akan meningkatkan jumlah imigran yang mencoba masuk secara ilegal di wilayah negara itu.

Morrison telah menyetujui pembukaan kembali fasilitas terpencil yang baru ditutup beberapa bulan lalu.

Parlemen Australia telah menolak peringatan pemerintah dan memilih mengadopsi undang-undang yang akan membuka pintu bagi sekitar 1.000 pengungsi migran yang saat ini tertahan di pusat-pusat penampungan imigran lepas pantai di Nauru dan Pulau Manus di Papua Nugini.

Baca juga: Jumlah Imigran Ilegal Turun Drastis, Australia Tutup Pusat Penampungan yang Kontroversial

Undang-undang yang disahkan tersebut memungkinkan para imigran ilegal untuk melakukan perjalanan dan memasuki wilayah Australia untuk perawatan medis apabila transfer diminta oleh dua atau lebih dokter.

Ini telah menjadi kali pertama dalam beberapa dekade terakhir bahwa pemerintah Australia telah kehilangan suara pada undang-undang yang mereka usulkan sendiri di DPR.

Morrison telah menepis anggapan bahwa undang-undang tersebut hanya akan berlaku terhadap mereka yang sudah dalam penahanan dan menuduh oposisi telah berusaha melemahkan dan membahayakan perbatasan negara.

"Pemerintah telah mengadopsi 100 persen serangkaian rekomendasi dari dinas keamanan negara untuk memperketat upaya pencegahan terhadap kedatangan migran dan pencari suaka melalui laut," ujar perdana menteri.

Dia menolak merinci secara lebih spesifik tindakan-tindakan tersebut, selain mengumumkan pembukaan kembali kamp penampungan di Pulau Christmas, wilayah Australia yang terpencil dan berada sekitar 2.300 kilometer barat laut kota Perth.

"Jika mereka (para migran ilegal) tidak datang, itu karena pekerjaan dan keputusan yang kita ambil sekarang dan tindakan yang kita lakukan."

"Namun jika mereka datang, Anda dapat berterima kasih kepada partai Buruh dan (pemimpin oposisi) Bill Shorten," tambahnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X