Paus Fransiskus Akan Pimpin Misa Pertama di Arab, Ini Komentar AS

Kompas.com - 04/02/2019, 13:31 WIB
Paus Fransiskus (kiri) disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan (kanan) saat tiba di Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (3/2/2019). (AFP/ANDREW MEDICHINI) Paus Fransiskus (kiri) disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan (kanan) saat tiba di Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (3/2/2019). (AFP/ANDREW MEDICHINI)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Uni Emirat Arab mendapat sambutan positif dari Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memandang perjalanan Pemimpin Gereja Katolik Roma ke negara di Teluk Arab itu merupakan momen bersejarah bagi kebebasan beragama.

Pompeo bahkan mengunggah foto Paus Fransiskus berjalan bersama Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan di akun Twitter-nya.

Baca juga: Momen Bersejarah, Paus Fransiskus Injakkan Kaki di Uni Emirat Arab


"AS memuji kedatangan Paus Fransiskus di UEA sebagai momen bersejarah bagi kebebasan beragama," kicaunya.

" Misa Kudus pertama oleh Paus di Semenanjung Arab mempromosikan perdamaian dan pemahaman antara dua agama besar di dunia," imbuhnya.

Seperti diketahui, ada sekitar 1 juta umat Katolik di UEA, kebanyakan dari mereka berasal dari Filipina dan India.

Sementara itu, sebanyak 135.000 umat di antaranya akan mengikuti misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Zayed Sports City Stadium.

Tiba di Abu Dhabi pada Minggu (3/2/2019), Paus akan menghadiri konferensi antar-agama pada Senin (4/2/2019) waktu setempat, bersama imam Al Alzhar Kairo, Syeikh Ahmed al-Tayeb.

Kemudian, beberapa jam sebelum terbang ke Roma pada Selasa (5/2/2018), dia akan memimpin misa.

Pada Minggu pagi, ratusan umat katolik telah mengantre di luar Katedral St Joseph di Abu Dhabi untuk memperoleh kartu pas misa.

"Saya rasa kedatangan Paus membuka pintu pembicaraan tentang toleransi yang seluruh dunia perlu ketahui," kata seorang warga asal AS di UEA, Collins Coche Ryan, kepada AFP.

Bagi warga India di negara itu, Doris D'Souza, kehadiran pria asal Argentina tersebut tidak bisa dilewatkan.

Baca juga: Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab

"Sejak saya tahu Paus akan mengunjungi Abu Dhabi, kami semua mencari tahu peluang untuk menyaksikannya," ucapnya.

Sebagai informasi, UEA begitu membanggakan diri sebagai negara dengan toleransi agama dan keberagaman kebudayaan yang tinggi di dunia.

Ada delapan gereja Katolik di negara tersebut, sementara Oman, Kuwait, dan Yaman masing-masing memiliki empat gereja Katolik, serta Qatar dan Bahrain masing-masing mempunyai 1 gereja.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X