Jika AS Dingin Membeku, Australia Justru Panas Membara

Kompas.com - 01/02/2019, 12:58 WIB
Seorang pria mendinginkan diri di depan kipas angin yang menyemburkan air untuk sedikit mengurangi rasa panas di luar stadion yang menggelar turnamen Australia Terbuka pada Januari lalu. Badan Meteorologi Australia mencatat, bulan lalu menjadi Januari terpanas sejak 1910. AFP/SAEED KHANSeorang pria mendinginkan diri di depan kipas angin yang menyemburkan air untuk sedikit mengurangi rasa panas di luar stadion yang menggelar turnamen Australia Terbuka pada Januari lalu. Badan Meteorologi Australia mencatat, bulan lalu menjadi Januari terpanas sejak 1910.

CANBERRA, KOMPAS.com — Jika di Amerika Serikat tengah dilanda fenomena dingin membeku yang disebut Polar Vortex, maka hal sebaliknya terjadi di Australia.

Bahkan, Januari tahun ini tercatat sebagai bulan terpanas di Australia sejak dimulainya pencatatan suhu udara pada 1910.

Sementara Desember 2018 tercatat sebagai bulan Desember terpanas sepanjang sejarah pencatatan suhu.

Data yang dirilis Biro Meteorologi (BOM) pada Jumat (1/2/2019) menyebutkan, suhu rata-rata Januari untuk keseluruhan Australia untuk pertama kalinya melebihi 30 derajat Celsius.

Baca juga: Cuaca Panas Akibatkan 500 Ekor Sapi Mati di Australia Barat

Selain itu, curah hujan yang turun beraada di bawah rata-rata untuk sebagian besar wilayah benua itu.

Di Australia Selatan, Januari lalu merupakan bulan terkering sejak 2013. Kota Adelaide mencatatnya sebagai Januari terpanas sepanjang sejarah.

Untuk pertama kalinya sejak 1957, BOM kota Adelaide mencatat tak ada hujan sama sekali pada bulan tersebut.

Kondisi yang sama terjadi di Australia Barat. Januari lalu menjadi yang terpanas meski terjadi suhu lebih dingin di bagian pantai barat dan barat daya.

Curah hujan untuk negara bagian ini juga di bawah rata-rata dan bulan lalu merupakan yang terkering sejak 2005.

Namun, Kota Perth mencatat Januari paling dingin dalam satu dekade lebih dengan curah hujan rata-rata.

Di New South Wales, Januari lalu juga tercatat sebagai yang terpanas untuk suhu rata-rata, suhu maksimum dan minimum.

Wilayah timur laut negara bagian ini juga mengalami bulan Januari paling kering.

Kota Sydney mengalami salah satu bulan Januari terpanas dengan curah hujan rata-rata.

Sementara Negara Bagian Victoria juga mencetak rekor baru suhu panas untuk bulan Januari. Namun, curah hujannya di bawah rata-rata, umumnya kurang dari 20 persen.

Selain kering, kota Melbourne juga sangat panas, dengan suhu tertinggi terjadi di sejumlah wilayah.

Di ibu kota Canberra (ACT), BOM setempat mencatat rekor baru dengan suhu udara di atas 40 derajat Celsius selama empat hari.

Northern Territory atau Australia Utara mencatat Januari terpanas dan curah hujan di bawah rata-rata.

Queensland juga mengalami situasi yang sama tetapu dengan hujan lebat di sejumlah wilayah.

Kota Brisbane tercatat sangat panas dengan curah hujan sangat rendah sekitar 20 persen dari rata-rata Januari.

Di Negara Bagian Tasmania juga tercatat rekor Januari terpanas dan paling kering. Hal yang sama terjadi di kota Hobart.

Pada musim panas kali ini sebenarnya tak terjadi fenomena El Nino. Namun, suhu udara tetap meningkat.

Ahli cuaca BOM Andrew Watkins menjelaskan, ada beberapa faktor yang berperan dalam hal ini.

"Kita melihat kondisi gelombang panas mempengaruhi sebagian besar wilayah sepanjang bulan lalu, dengan rekor untuk durasi dan cuaca ekstrem harian," papar Watkins.

"Kontributor utama suhu panas ini yaitu sistem tekanan tinggi berkelanjutan di Laut Tasman, menghalangi masuknya cuaca dan udara dingin ke bagian selatan negara ini," katanya.

Baca juga: Cuaca Panas Australia Bikin Ular Piton Sambangi Toilet Warga

"Tren pemanasan yang mengakibat suhu Australia meningkat lebih dari satu derajat dalam 100 tahun terakhir juga turut berkontribusi," tambahnya.

Sejauh ini belum diperoleh laporan mengenai dampak suhu panas ini terhadap penduduk setempat.

Menurut perkiraan, tiga bulan ke depan suhu udara kemungkinan akan lebih panas dari rata-rata di sebagian besar wilayah Australia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X