PBB Tuduh Korut Jual Hak Menangkap Ikan di Semenanjung Korea

Kompas.com - 31/01/2019, 22:49 WIB
Ilustrasi kapal menangkap ikan di laut lepas. SHUTTERSTOCKIlustrasi kapal menangkap ikan di laut lepas.

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebuah panel PBB diperkirakan bakal menyampaikan tudingan terhadap Korea Utara yang dituduh telah secara ilegal menjual hak penangkapan ikan di Semenanjung Korea kepada negara-negara asing.

Hal tersebut dilakukan Korea Utara sebagai cara untuk memperoleh pendapatan bagi negaranya.

Tindakan itu jika terbukti dilakukan maka telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB tentang sanksi terhadap Korea Utara. Demikian menurut sumber diplomatik.

Panel yang dibentuk untuk melacak tindakan pelanggaran terhadap sanksi yang dijatuhkan kepada Pyongyang tersebut diharapkan akan segera menyampaikan laporan tahunannya.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Proyek Resor di Pantai Korea Utara Hampir Rampung

Salah satu poin dalam laporan tersebut dikatakan akan menunjukkan bahwa kapal-kapal yang membawa izin menangkap ikan dari Korea Utara telah beroperasi di perairan antara Semenanjung Korea dengan wilayah negara-negara tetangga.

Klaim tersebut didasarkan pada informasi yang disampaikan oleh dua negara anggota dalam panel, salah satunya Jepang. Demikian diberitakan Kyodo News.

Diperkirakan dalam laporan akan menyebut lebih dari 15 kapal penangkap ikan asal China telah diperiksa dan didapati memiliki izin menangkap ikan dari Korea Utara, selama periode Januari hingga November 2018.

Bocoran informasi dari sumber pihak nelayan juga akan mengungkapkan ada sekitar 200 kapal penangkap ikan berbendera China yang beroperasi di perairan Korea Utara.

Dikabarkan harga satu lisensi penangkapan ikan di perairan Korea Utara itu berharga sekitar 50.000 yuan (sekitar Rp 104 juta) untuk satu bulan.

Jika terbukti telah menjual lisensi penangkapan ikan kepada negara asing, maka Korea Utara telah melanggar resolusi Dewan Keamanan yang disahkan pada Desember 2017, sebagai tanggapan atas peluncuran rudal balistik oleh Pyongyang bulan sebelumnya.

Panel PBB tersebut beranggotakan delapan orang yang mewakili Inggris, China, Perancis, Rusia, dan AS, serta Jepang, Korea Selatan, dan Afrika Selatan.

Setiap tahun mereka menyiapkan laporan hasil analisis para anggota seputar pelanggaran yang dilakukan Korea Utara. Laporan kemudian akan diserahkan kepada 15 anggota komite sanksi Korea Utara sebelum dirilis secara resmi ke publik sebulan kemudian.

Baca juga: Angkatan Laut Perancis dan Jepang Sepakat Bekerja Sama Awasi Korea Utara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X