Angkatan Laut Perancis dan Jepang Sepakat Bekerja Sama Awasi Korea Utara

Kompas.com - 11/01/2019, 21:16 WIB
Kapal induk Perancis, Charles de Gaulle, saat berlayar di perairan lepas pantai Toulon, di selatan Perancis. AFP / CHRISTOPHE SIMON / POOLKapal induk Perancis, Charles de Gaulle, saat berlayar di perairan lepas pantai Toulon, di selatan Perancis.

PARIS, KOMPAS.com - Militer Perancis menyatakan sepakat untuk bergabung dengan patroli angkatan laut Jepang di perairan lepas Korea Utara untuk bersama-sama mengawasi negara tertutup itu.

Dalam pernyataan resmi pejabat Perancis, pada Jumat (11/1/2019), Perancis telah berjanji bakal mengirimkan kapal fregat dan pesawat pengintai untuk bergabung dalam pengawasan Korea Utara, yang melibatkan angkatan laut Jepang dan AS dan berbasis di wilayah Okinawa.

Kerja sama pengawasan tersebut sekaligus akan mempererat hubungan militer antara Jepang dengan Perancis.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, sempat menyatakan bahwa negaranya dan Jepang berbagi keprihatinan atas program nuklir Korea Utara, serta peningkatan agresivitas China di Laut China Selatan.

Baca juga: Kapal Perang Perancis Tembakkan Roket ke Arah Suriah

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono dan Menteri Pertahanan Takeshi Iwaya, berkunjung ke Paris dan kota pelabuhan Brest, tempat pangkalan angkatan laut terbesar kedua Perancis, Jumat (11/1/2019).

Keduanya bertemu dengan menlu dan menhan Perancis guna membahas masalah keamanan antara kedua negara.

"Kawasan Indo-Pasifik adalah wilayah yang sangat penting bagi kami," kata Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian, dalam sebuah wawancara dengan harian Le Telegramme, menjelang pertemuan.

Dalam pertemuan kedua negara, Jepang mengharapkan Perancis dalam mengutus kapal induknya, Charles de Gaulle, yang akan melakukan pelayaran ke Singapura, untuk merapat ke Jepang.

Jika undangan itu diterima, besar kemungkinan kapal induk Perancis akan melintasi perairan Laut China Selatan yang masih disengketakan dan hampir seluruhnya diklaim Beijing.

"Kami ingin (kapal induk Perancis) itu dapat berkunjung ke Jepang. Meski hal itu belum dikonfirmasi, (kunjungan) itu akan menjadi peristiwa yang sangat simbolis," kata juru bicara kedutaan Jepang di Paris, Yoshihiro Higuchi, kepada AFP.

Pertemuan tersebut turut menghasilkan kesepakatan untuk menggelar latihan militer bersama, dengan marinir Perancis dan Jepang akan menjalani latihan gabungan di lepas pantai Djibouti di Afrika timur, di mana kedua negara memiliki pangkalan.

"Latihan militer bersama kemungkinan juga akan digelar di Samudra Hindia," kata salah seorang pejabat Perancis.

Baca juga: Perancis dan Inggris Bakal Kerahkan Kapal Perang ke Laut China Selatan



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X