Citra Satelit Ungkap Proyek Resor di Pantai Korea Utara Hampir Rampung

Kompas.com - 17/01/2019, 16:15 WIB
Citra satelit yang menunjukkan perkembangan pembangunan resor di Area Pesisir Turis Wonsan-Kalma, Korea Utara, pada 28 Desember 2018. (38 North). Citra satelit yang menunjukkan perkembangan pembangunan resor di Area Pesisir Turis Wonsan-Kalma, Korea Utara, pada 28 Desember 2018. (38 North).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Sejumlah citra satelit mengungkapkan pembangunan resor besar di pantai Korea Utara hampir beres.

Diwartakan AFP, tepi laut yang dikenal sebagai Area Pesisir Turis Wonsan-Kalma itu dibangun di antara bandara baru dan pesisir timur, yang sebelumnya dipakai sebagai situs peluncuran rudal.

Lembaga pemantau asal Amerika Serikat, 38 North, pada Kamis (17/1/2019) menyatakan, citra satelit itu menunjukkan kemajuan pesat pengembangan proyek resor yang kini telah dilengkapi seluncuran air dan bioskop.

Baca juga: Restoran Mi Dingin Khas Korea Utara Tertua di Seoul Terancam Tutup


Satelit menangkap aktivitas pembangunan resor pada 28 Desember 2018. Sejumlah gedung yang sebelumnya masih dibangun, sekarang nampak sudah hampir rampung.

Sementara itu, beberapa gedung yang baru atau dibangun ulang terlihat berada dalam tahap akhir.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan mengunjungi proyek tersebut sebanyak tiga kali pada tahun lalu. Dia tak jarang memarahi pejabat yang bertanggung jawab atas proyek.

Kim pernah mendapati pembangunan jalan di area itu tidak sempurna dalam aspek artistik.

"Dia menginstruksikan pejabat untuk membangun lebih banyak hotel dan penginapan dengan lebih dari 30 lantai," demikian laporan kantor berita KCNA, setelah inspeksi yang digelar Kim pada Oktober lalu.

Kim juga menginginkan agar arena bermain, bioskop, dan stadium untuk berbagai acara dibangun di sana.

Resor pantai ini ditujukan sebagai pusat industri pariwisata baru di Korea Utara, di tengah upaya untuk mengembangkan perekonomian meski ada sanksi internasional.

Sebagai informasi, sekitar 100.000 turis asing per tahun berkunjung ke Korea Utara. Sebagian besar dari mereka beraal dari China.

Baca juga: Korea Utara Tak Lagi Jadi Musuh Korsel

Dalam pertemuan di Singapura dengan Kim tahun lalu, Presiden AS Donald Trump memuji potensi pariwisata di Korea Utara.

"Seperti contoh, mereka punya pantai-pantai yang bagus," ucapnya.

"Anda tahu, mereka selalu melemparkan meriam ke laut. Lihatlah pemandangan itu. Bukankah bisa dibangun kondominium yang bagus," tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X