Lima Orang Ditahan Terkait Tragedi Bendungan Jebol di Brasil

Kompas.com - 30/01/2019, 06:09 WIB
Situasi upaya pencarian dan penyelamatan akibat runtuhnya bendungan pada Jumat (25/1/2019) di tambang bijih besi milik perusahaan tambang raksasa Brasil, Vale. (AFP/Mauro Pimentel) Situasi upaya pencarian dan penyelamatan akibat runtuhnya bendungan pada Jumat (25/1/2019) di tambang bijih besi milik perusahaan tambang raksasa Brasil, Vale. (AFP/Mauro Pimentel)

SAO PAULO, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas jebolnya bendungan limbah berlumpur milik perusahaan tambang di Brasil meningkat dari 65 orang menjadi 84 orang.

Sementara itu, jumlah korban hilang turun menjadi 276 orang dari sebelumnya tercatat mencapai 292 orang.

Kini, pihak berwenang Brasil telah menangkat lima insinyur, termasuk dua orang yang bekerja untuk perusahaan Jerman.

Baca juga: Bendungan Runtuh, Aset Perusahaan Tambang Brasil Dibekukan

Diwartakan AFP, mereka ditangkap pada Selasa (29/1/2019), sebagai bagian dari penyelidikan atas runtuhnya bendungan limbah tambang yang berlumpur pada pekan lalu.

Tiga orang yang ditangkap di antaranya merupakan insiyur perusahaan tambang di Brasil, Vale. Mereka secara langsung terlibat dalam proses perizinan pengoperasian fasilitas.

Mereka ditangkap di Belo Horizonte, Minas Gerais, dekat dengan lokasi tambang milik Vale.

Dua orang sisanya bekerja untuk TUEV SUED, sebuah perusahaan Jerman yang melakukan inspeksi keselamatan pada bendungan tambang September lalu. Mereka ditangkap di Sao Paulo.

Mereka semua dijebloskan ke dalam tahanan hingga 30 hari untuk dilakukan penyelidikan. Surat perintah penggeledahan juga telah diterbitkan.

"Penyelidikan digelar untuk mengevaluasi tanggung jawab kriminal perusahaan Vale," cemikian pernyataan jaksa penuntut.

TUEV SUED mengeluarkan pernyataan singkat yang mengonfirmasi penangkapan dua karyawannya di Brasil.

Baca juga: Limbah Lumpur Akibat Runtuhnya Bendungan Cemari Sungai Suku Asli

"Karena penyelidikan sedang berlangsung. Kami saat ini tidak dalam posisi untuk memberikan informasi lebih lanjut. Kami sepenuhnya mendukung penyelidikan," tulisnya dalam pernyataan.

Vale, yang merupakan perusahaan tambang bijih besi terbesar di dunia, juga berupaya bekerja sama dengan pihak berwenang.

Akibat tragedi runtuhnya bendungan, pada Selasa (29/1/2019), Vale kehilangan hampir seperempat nilainya di pasar saham.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X