Kompas.com - 23/01/2019, 13:52 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Suriah melontarkan ancaman bakal menggunakan hak mereka untuk mempertahankan diri melawan apa yang mereka sebut sebagai agresi Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar al-Jaafari dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, dikutip Russian Today Rabu (23/1/20190.

Jaafari merujuk kepada serangkaian serangan udara yang dilakukan Israel ke wilayah Suriah, dengan yang terbaru berlokasi di Bandara Internasional Damaskus.

Baca juga: Rudal Suriah Hantam Rudal Israel di Dekat Damaskus

Dia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan agresi Israel yang dilakukan secara berulang-ulang dengan melanggar teritori Suriah.

"Atau haruskah kami menggunakan hak kami membela diri dengan merespon serangan terhadap Bandara Damaskus ke Bandara Ben-Gurion di Tel Aviv?" tegas Jaafari.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim, serangan udara yang mereka lakukan menyasar fasilitas yang diduga dimiliki oleh Iran.

RT melaporkan, serangan mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan material, serangan udara itu juga membahayakan pesawat yang beroperasi.

Jaafari menjelaskan DK PBB telah gagal untuk merespon aksi Israel, dan mengeluhkan dukungan yang diterima Tel Aviv dari anggota tetap DK.

Dia menuturkan tidak ada tindakan karena anggota tetap DK seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Perancis merupakan mitra dan pendukung agresi terseut.

"Negara-negara itu berusaha mencegah DK PBB untuk melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya," tutur Jaafari dikutip Jerusalem Post.

Dia berujar, saat ini Damaskus tengah berencana untuk mengembalikan kedaulatan penuh atas wilayah mereka yang hilang, termasuk Dataran Tinggi Golan.

Dataran Tinggi Golan direbut Israel dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967, dan secara resmi mendudukinya 14 tahun kemudian.

PBB telah menerbitkan resolusi berisi seruan kepada Israel agar mengembalikan Golan kepada Suriah yang masih dilanda perang sipil.

"Mengembalikan Golan dengan cara apapun merupakan hak paling dasar bagi Republik Arab Suriah, dan itu bukanlah subyek negosiasi, pengabaian, atau pembatasan," tegasnya.

Pada November 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Dataran Tinggi Golan selamanya bakal berada dalam genggaman mereka.

Baca juga: Suriah Balas Serangan Udara Jet Tempur F-16 Israel di Selatan Damaskus

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.