Harga BBM Jadi yang Termahal di Dunia, Rakyat Zimbabwe Kian Terjepit

Kompas.com - 23/01/2019, 09:47 WIB
Seorang prajurit Zimbabwe mengawasi warga yang antre di sebuah pusat perbelanjaan di kota Bulawayo pada 17 January 2019. AFP/ZINYANGE AUNTONY Seorang prajurit Zimbabwe mengawasi warga yang antre di sebuah pusat perbelanjaan di kota Bulawayo pada 17 January 2019.

HARARE, KOMPAS.com - Antrean panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ibu kota Zimbabwe, Harare, masih terjadi.

Hal ini menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak ( BBM) lebih dari dua kali lipat awal bulan ini.

Warga terpaksa mengantre berjam-jam, bahkan ada yang harus bermalam, untuk membeli BBM meski belum pasti bisa memperolehnya.

Itulah kesaksin Kepala Kanselerai KBRI dan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI di Harare, Hutomo Bayu Listyaghi.

Baca juga: Pemerintah Zimbabwe Diperintahkan Segera Pulihkan Akses Internet

"Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengantre tiga sampai empat jam. Pada waktu puncaknya kemarin di beberapa titik, antreannya bisa mencapai 10 kilometer. Tapi kebanyakan perlu tiga sampai empat jam untuk mengantre," paparnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir, Selasa (22/2/2019).

Meskipun telah mengantre selama berjama-jam, warga belum tentu bisa mendapatkan bahan bakar minyak.

"Beberapa mobil sampai ada yang menginap satu hari, dua hari untuk menunggu truk bensin atau diesel datang ke pom bensin. Kalau sudah datang, antrean bisa jalan, tapi kalau stok sudah habis lagi maka mereka akan menginap," tambah Hutomo.

Kondisi ini terjadi setelah pemerintah Zimbabwe menaikkan harga bahan minyak lebih dari dua kali lipat pada awal bulan ini sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kelangkaan BBM di negara yang terletak di Afrika bagian selatan itu.

Kelangkaan terjadi, menurut Presiden Emmerson Mnangagwa, karena terjadinya peningkatan konsumsi dan maraknya perdagangan gelap.

Dengan kenaikan tersebut, harga BBM di Zimbabwe kini menjadi yang termahal di dunia, melampaui Hong Kong.

Berdasarkan peringkat yang dikeluarkan GlobalPetrolPrices.com, harga BBM di Zimbabwe adalah 3,31 dolar AS atau setara dengan Rp 47.000 per liter.

Kenaikan harga BBM ini sangat memukul rakyat Zimbabwe yang telah terhimpit krisis ekonomi selama bertahun-tahun.

Kenaikan harga BBM ini sontak mendongkrak harga barang-barang keperluan sehari-hari, dan tentu saja ongkos transportasi.

"Kebanyakan masyarakat yang bekerja di ibu kota Harare ini tinggal di daerah-daerah luar kota. Mereka mengandalkan angkutan umum yang disebut kombi.

Baca juga: Afrika Selatan Tolak Pengajuan Utang Zimbabwe Senilai Rp 17 Triliun

"Dampaknya harga kombi naik 100 persen, yang semula satu bond note, sekarang jadi dua bond note. Tentunya itu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat,"  tambah Hutomo.

Bond note adalah surat utang pengganti mata uang yang diterbitkan pihak berwenang Zimbabwe setelah nilai mata uang negara terus merosot ke titik yang tidak berharga di pasar keuangan. Satu bond note dipatok setara dengan 1 dolar AS.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional
Anggota ISIS 'Jihadi Jack' Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Anggota ISIS "Jihadi Jack" Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Internasional

Close Ads X