Pemerintah Zimbabwe Diperintahkan Segera Pulihkan Akses Internet

Kompas.com - 22/01/2019, 19:27 WIB
Suasana antrean warga yang hendak berbelanja pada Kamis (17/1/2019) di Bulawayo, Zimbabwe
, usai demonstrasi nasional meletus pada 14 Januari 2019 menyusul aksi mogok kerja massal untuk memprotes kenaikan BBM. (AFP/ZINYANGE AUNTONY) Suasana antrean warga yang hendak berbelanja pada Kamis (17/1/2019) di Bulawayo, Zimbabwe , usai demonstrasi nasional meletus pada 14 Januari 2019 menyusul aksi mogok kerja massal untuk memprotes kenaikan BBM. (AFP/ZINYANGE AUNTONY)

HARARE, KOMPAS.com - Pengadilan Tinggi Zimbabwe memutuskan pemerintahan Presiden Emmerson Mnangagwa tidak memiliki hak untuk mematikan koneksi internet di negara itu.

Dengan begitu, pengadilan pada Senin (21/1/2019) memerintahkan agar akses internet dipulihkan secepatnya.

Seperti diketahui, Menteri Keamanan Dalam Negeri Owen Ncube meminta provider penyedia internet untuk mematikan layanannya ketika terjadinya unjuk rasa berujung bentrok untuk memprotes kenaikan harga BBM.

Baca juga: Afrika Selatan Tolak Pengajuan Utang Zimbabwe Senilai Rp 17 Triliun

Diwartakan AFP, kasus ini dibawa ke pengadilan oleh para pengacara hak asasi manusia dan jurnalis.

"Menjadi sangat jelas, menteri tidak memiliki wewenang membuat arahan itu," ucap Hakim Owen Tagu.

Pengacara David Halimana mengatakan, putusan pengadilan mengartikan bahwa operator jaringan seluler segera mengaktifkan akses internet secara penuh dan tidak terbatas kepada semua pelanggan.

Halimana menuturkan, dalam undang-undang tertulis hanya presiden negara yang memiliki wewenang untuk memerintahkan internet dimatikan.

Masalah internet ini bermula ketika Sekretaris Jenderal Kongres Serikat Pekerja Zimbabwe (ZTCU) Japhet Moyo muncul dalam video di akun Twitter ZCTU pada pekan lalu.

Dia meminta para pekerja untuk menggelar aksi mogok kerja massal sebagai bentuk protes terhadap harga BBM yang naik lebih dari dua kali lipat.

Namun, aksinya mendorong unjuk rasa berbuah penangkapan baginya karena dituding merencanakan penggulingan terhadap pemerintah.

"Sekretaris Jenderal ZCTU Japhet Moyo telah ditangkap di Bandara Internasional Robert Mugabe," kata Kumbirai Mafunda, juru bicara kelompok Pengacara HAM Zimbabwe.

Baca juga: Zimbabwe Segera Kembali Gunakan Mata Uang Negaranya Sendiri

Melansir Deutsche Welle, lebih dari 600 orang ditangkap dalam berbagai demonstrasi menentang kenaikan harga BBM.

Sementara LSM Hak Asasi Zimbabwe melaporkan, sebanyak 12 orang tewas dalam unjuk rasa dan 78 orang lainnya mengalami luka tembakan.

Akibat bentrokan itu, Mnangagwa bahkan telah mengumumkan akan memangkas kegiatan internasionalnya, termasuk meninggalkan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.



Terkini Lainnya

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Internasional
Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional

Close Ads X