Perusahaan di China Beri Karyawan Wanita "Cuti Kencan" Saat Imlek - Kompas.com

Perusahaan di China Beri Karyawan Wanita "Cuti Kencan" Saat Imlek

Kompas.com - 22/01/2019, 07:54 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

HANGZHOU, KOMPAS.com - Dua perusahaan pariwisata di China memberikan tambahan cuti bagi karyawannya perempuan untuk "pulang dan berkencan" saat Tahun Baru Imlek.

Hangzhou Songcheng Performance dan Hangzhou Songcheng Tourism Management memberi waktu cuti delapan hari bagi karyawan perempuan di atas 30 tahun.

Dalam pemberitahuan seperti dikutip SCMP Senin (21/1/2019), si karyawan diizinkan untuk memperpanjang masa "cuti kencan" tersebut.

Baca juga: 7 Cara Mengusir Rasa Malu Ketika Mengajak Orang Berkencan

Di China, perempuan bujang berusia di atas 30 tahun sering disebut sebagai "perempuan sisa" karena paham konservatif yang masih kuat di sana.

Keyakinan itu merujuk bahwa perempuan yang belum menikah hingga di atas pertengahan usia 20-an dianggap sudah tak menarik bagi pria.

Namun semakin banyak perempuan yang fokus kepada karir membuat mereka menunda pernikahan, bahkan ada yang tak menikah sama sekali.

Merujuk data Kementerian Hubungan Masyarakat, terdapat 200 juta orang dewasa yang masih bujangan sejak 2015. Sementara angka pernikahan merosot sejak 2013.

Manajer SDM Hangzhou Songcheng Performance Huang Lei berkata, keputusan perusahaan memberi cuti kencan disambut antusias oleh para karyawannya.

Kepada Zhejiang Online, Huang menuturkan rasio antara staf pria dengan perempuan sama. Namun karyawan wanita lebih banyak bekerja di bagian internal.

"Ada beberapa staf perempuan yang jarak mempunyai hubungan dengan dunia luar. Jadi, kami sengaja memberi kesempatan ini supaya mereka lebih mengenal lawan jenis," paparnya.

Huang melanjutkan, jika para karyawan perempuan bahagia, tentu imbasnya bakal positif dalam urusan produktivitas bekerja.

Kebijakan itu muncul setelah sebuah sekolah di kota yang sama memberi jatah cuti tambahan bagi para guru perempuan untuk menemukan pasangan.

Namun, tawaran dari sekolah maupun perusahaan pariwisata itu disorot para netizen di Weibo yang menyatakan, seharusnya karyawan pria juga menerima hak yang sama.

"Siapa yang bakal mengencani perempuan itu jika staf pria yang masih bujangan tak diberi jatah cuti?" tanya seorang warganet.

"Jika ada perempuan yang tak khawatir dengan pernikahannya itu karena dia sangat pemilih dan menerapkan standar tinggi," imbuh netizen yang lain.

Baca juga: 4 Langkah Mengajak Seseorang Pergi Kencan



Close Ads X