Kompas.com - 21/01/2019, 18:03 WIB
Seorang staf Bandara Internasional Sanaa di Yaman, berjalan melintasi sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Iran, Mahan Air. AFP / MOHAMMED HUWAISSeorang staf Bandara Internasional Sanaa di Yaman, berjalan melintasi sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Iran, Mahan Air.

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman berencana untuk melarang salah satu maskapai penerbangan Iran dari bandara di negaranya.

Melansir dari AFP, maskapai penerbangan Iran yang dilarang memasuki bandara Jerman adalah Mahan Airlines, sebuah maskapai penerbangan milik swasta yang berbasis di Teheran.

"Badan Penerbangan Federal (LBA) pekan ini akan menangguhkan izin operasi terhadap maskapai penerbangan Iran, Mahan Air," tulis surat kabar Jerman, Sueddeutsche Zeitung, Senin (21/1/2019).

Namun, juru bicara kementerian luar negeri Jerman tidak menginformasikan rincian proses pengambilan keputusan hingga muncul larangan tersebut.

Baca juga: Bamboo Airways, Maskapai Baru Vietnam yang Kini Resmi Mengudara

Mahan Airlines, maskapai penerbangan terbesar kedua di Iran setelah Iran Air, sebelumnya memiliki empat kali penerbangan dalam sepekan antara Teheran dengan Kota Duesseldorf dan Munich di Jerman.

Penangguhan izin operasi maskapai penerbagan Iran di Jerman itu menambah panjang sanksi yang diberikan Uni Eropa terhadap negara di Timur Tengah itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, awal Januari lalu, Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi terhadap dinas keamanan Iran dan dua pemimpinnya, yang dituduh telah terlibat dalam serangkaian pembunuhan serta merencanakan serangan terhadap pengkritik Teheran di Belanda, Denmark, juga Perancis.

Sanksi tersebut bertujuan membekukan dana dan aset keuangan milik kementerian intelijen Iran dan sejumlah pejabat individu.

Sementara Mahan Airlines, telah masuk dalam daftar hitam AS sejak 2011, karena dianggap memberi dukungan teknis dan material kepada pasukan elit dari Penjaga Revolusi Iran yang dikenal dengan sebutan Pasukan Quds.

Departemen Keuangan AS telah mendesak dan mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara dan perusahaan yang menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan itu, tidak terkecuali sejumlah perusahaan di Jerman.

Baca juga: Thai Lion Air Menyandang Maskapai dengan Pertumbuhan Paling Pesat Sedunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.