Atletnya Dilarang Masuk, Israel Sebut PM Malaysia Fanatik Anti-Semitisme - Kompas.com

Atletnya Dilarang Masuk, Israel Sebut PM Malaysia Fanatik Anti-Semitisme

Kompas.com - 18/01/2019, 11:28 WIB
PM Malaysia, Mahathir Mohamad.AFP/HOW HWEE YOUNG PM Malaysia, Mahathir Mohamad.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel menuduh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sebagai fanatik anti-semit setelah melarang atletnya berpartisipasi dalam ajang kejuaraan olahraga yang dilangsungkan di Negeri Jiran tersebut.

Situasi tersebut ditambah pernyataan Malaysia yang tidak akan menjadi tuan rumah untuk turnamen olahraga yang melibatkan atlet asal Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon mengecam keputusan Malaysia yang melarang atlet dari negaranya dan menyebut langkah tersebut bertentangan dengan semangat Olimpiade.

"Israel mengecam keputusan yang terinspirasi oleh anti-Semitisme fanatik dari PM Malaysia Mahathir," ujarnya, dilansir AFP, Kamis (17/1/2019).

Baca juga: Malaysia Tak Akan Terima Atlet Israel Berlaga di Negaranya

"Kami mendesak kepada Komite Paralimpik Internasional untuk mengubah keputusan yang salah itu atau mengubah lokasi kejuaraan," tambahnya.

Malaysia akan menjadi tuan rumah ajang kejuaraan renang dunia pada Juli mendatang yang sekaligus menjadi seleksi kualifikasi untuk Paralimpiade Tokyo 2020.

Dengan adanya larangan dari otoritas Malaysia terhadap atlet Israel untuk masuk ke negara itu, maka mereka terancam kehilangan peluang untuk meraih tiket ke ajang Paralimpiade.

Kuala Lumpur telah menolak permohonan badan olahraga dunia untuk mencari solusi permasalahan itu.

Namun Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, pada Rabu (16/1/2019), justru menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjadi tuan rumah untuk acara yang diikuti Israel.

"Ini adalah tentang perjuangan atas nama mereka yang tertindas," ujar Saifuddin.

Malaysia merupakan salah satu negara mayoritas Muslim yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel. Bahkan memasuki negara itu dengan paspor Israel dilarang.

Malaysia juga merupakan salah satu pendukung kuat Palestina. Ribuan warga Malaysia turun ke jalan dalam aksi protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 2017 lalu.

Baca juga: Sejarah Kelam Penembakan Massal Berlatar Anti-semit di AS Sejak 1999

Kuala Lumpur telah dua kali menolak delegasi Israel untuk hadir dalam acara olahraga yang digelar di Malaysia.

Pada 2015, dua atlet selancar Israel terpaksa mengundurkan diri dari kompetisi di Pulau Langkawi setelah permohonan visa mereka ditolak.

Malaysia juga pernah menolak tawaran menjadi tuan rumah konferensi untuk badan sepakbola dunia, FIFA, pada 2017, karena akan ada delegasi Israel yang hadir.


Terkini Lainnya


Close Ads X