Terlibat Ketegangan Maritim, Singapura Peringatkan Malaysia - Kompas.com

Terlibat Ketegangan Maritim, Singapura Peringatkan Malaysia

Kompas.com - 14/01/2019, 19:48 WIB
Dari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung berfoto ketika berjalan-jalan Senin (11/6/2018).Facebook/Vivian Balakrishnan Dari kiri ke kanan: Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung berfoto ketika berjalan-jalan Senin (11/6/2018).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura memberikan peringatan kepada Malaysia setelah kedua negara terlibat dalam ketegangan terkait wilayah maritim.

Hubungan dua negara tetangga itu menjadi renggang setelah Malaysia mengeluarkan Singapura dari Federasi Malaysia pada 1965 silam.

Relasi keduanya kerap naik turun dalam beberapa tahun terakhir. Namun kembali terguncang sejak Mahathir Mohamad menjadi Perdana Menteri pada Mei lalu.

Baca juga: Putra Mahkota Johor Minta Pemerintah Malaysia Tidak Politisasi Berbagai Isu


Dilaporkan kantor berita AFP Senin (14/1/2019), politisi berjuluk Dr M itu dikenal sebagai sosok yang anti-Singapura.

Saat awal menjabat, dia mempermasalahkan sejumlah isu mulai dari penjualan air bersih yang dirasa murah hingga rencana membangun jembatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara terlibat ketegangan di mana Singapura mengklaim kapal Malaysia memasuki perairannya.

Kemudian rencana Singapura melakukan prosedur pendaratan baru diklaim Kuala Lumpur bakal melanggar kawasan udaranya.

Pada insiden terbaru, Menteri Utama Johor mengunjungi kapal Malaysia yang tengah berlabuh, dan diklaim Singapura melanggar perairannya.

Insiden tersebut dilaporkan membuat negara-kota itu membatalkan agenda pertemuan kedua negara sebagai bentuk protes.

Dalam pidatonya kepada parlemen, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan memperingatkan bahwa mereka bakal mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan mereka.

"Negara manapun yang berhadapan dengan Singapura harus tahu bakal ada konsekuensinya jika mencoba bermain-main dengan kami," ancam Balakrishnan.

Balakrishnan berkata Singapura masih berharap untuk menjalin relasi dan kerja sama yang menguntungkan dua belah pihak dengan Kuala Lumpur.

"Namun, kedua negara harus bersikap terbuka dengan berlandaskan kepada hukum internasional, norma, dan menghormati kesepakatan yang berlaku," terangnya dikutip Channel News Asia.

Tensi sempat mendingin setelah menlu kedua negara sepakat untuk mengambil kebijakan untuk mendinginkan ketegangan di perairan dan angkasa.

Namun, kesepakatan yang dibuat dalam pertemuan di Singapura menjadi rusak karena kunjungan Menteri Utama Johor ke kapal Malaysia.

Baca juga: Mahathir Berniat Naikkan Harga Air Bersih ke Singapura 10 Kali Lipat


Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X