Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Syafiq Basri Assegaff
Pengamat masalah sosial

Pengamat masalah sosial keagamaan, pengajar di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Jakarta.

Dokter Arthur Bing, Miliarder dan Ahli Bedah Plastik Top Amerika Asal Indonesia

Kompas.com - 13/01/2019, 14:31 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Dan itulah yang menginspirasi sang ahli bedah plastik itu, sehingga ia jadi sangat peduli pada program penyembuhan tumor ganas. "Dan sekarang ia membalas kebaikan-kebaikan yang dialaminya dengan hati terbuka," kata Merritt.

Menurut situs OhioHealth Riverside Methodist Hospital, Bing adalah satu dari 26 dokter spesialis bedah plastik di RS itu.

“Dia juga menguasai berbagai bahasa, termasuk bahasa Belanda, Jerman dan bahasa Indonesia," tulis situs Berita Kesehatan AS (Health US News) ini.

Menurut laman Bloomberg ini, dokter Bing telah menjadi Director Emeritus of Heartland sejak 22 April 2016, setelah sebelumnya menjabat sebagai direktur di situ sejak 1989 hingga 2016.

Sudah berpraktik di wilayah Columbus selama 40-an tahun, Dr. Bing juga dikenal sebagai pengusaha (entrepreneur) yang juga aktif dalam boards di berbagai organisasi, termasuk Palang Merah AS, dan Riverside Methodist Hospital, Ohio.

Sebenarnya Bing lahir dan dibesarkan di Bandung. Ia lulus Fakultas Kedokteran Unpad pada tahun 1965. Sempat praktik sekitar empat tahun sebagai dokter, pada tahun 1969 Bing dan Hetty (yang juga seorang dokter) pindah dan bermukim di Ohio, AS.

Saat itu kondisi keuangannya sangatlah terbatas. Menurut Bing, sebagaimana diungkapkannya dalam video ini, kepindahannya ke AS karena perlakuan buruk yang dialaminya.

Pada tahun 2015, ayah dua putri itu juga menerima penghargaan Ohio Asian Awards, sebagai Honorary Chair. Menurut situs ini, dokter Bing dianggap sebagai contoh terbaik imigran Amerika asal Asia (Asian-American) yang memberi kontribusi kepada warga AS asal Asia dan para imigran lain.

Mengulang internship lagi

Meski sudah lulus dokter umum selama empat tahun (1965-1969) di Indonesia, ketika datang ke Ohio pada 1969 dokter Bing harus memulainya dari awal lagi: ia harus mengikuti program internship lagi, yakni semacam tugas ko-asistensi (magang) di RS Riverside Methodist Hospital, Ohio.

"Ketika datang, Bing nyaris tidak punya apa-apa; boleh dibilang ia hanya punya sepatu di kakinya," kata seorang ahli bedah plastik kolega Bing, dr. Anne Taylor, yang mengenal Bing ketika bekerja sebagai intern di RS.

Tapi ia bekerja sangat keras, dan melakukan residency lagi di Rumah Sakit,” tambah Taylor. "Sesudah bekerja di RS selama enam tahun sebagai ahli bedah umum dan ahli bedah plastik, baru saya bisa membuka praktik sebagai dokter," kata Bing.

Akan halnya penghargaan dari Palang Merah AS itu, dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Juli 2018 lalu, dijelaskan bahwa American Red Cross menghargai Arthur Bing sebagai filantropis dan relawan yang patut menjadi teladan.

‘Misi dr. Arthur Gan Hok Bing untuk mempersembahkan pendidikan dan pelatihan sangatlah penting artinya bagi perwujudan kepedulian pada pasien (patient-care) yang berkualitas, yang memberi dampak positif bagi negara bagian Ohio dan seluruh dunia,’ sebagaimana dapat disimak pada video tersebut.

Di video yang sama Bing menceritakan secara singkat tentang dirinya. "Saya dan isteri saya (Hetty) sama-sama dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung. Berhubung keterbatasan yang kami alami, kami pun memutuskan untuk pindah ke Amerika.”  

Sejak 2013 lalu, dalam usia 75 tahun Bing pensiun, setelah praktik pribadi selama 38 tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com