Kompas.com - 07/01/2019, 07:50 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Mesir kini memiliki sebuah katedral besar yang terletak di ibu kota administrasi baru sebelah timur Kairo.

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi meresmikan Cathedral of Nativity atau Katedral Kelahiran Kristus pada Minggu (6/1/2019), sehari setelah serangan bom mematikan di dekat sebuah gereja Koptik.

Laporan dari AFP menyebutkan, Sisi sempat bergeming ketika ledakan pada Sabtu lalu menewaskan seorang polisi ketika berupaya menjinakkan bom di luar gereja di pinggiran Kairo.

Baca juga: Jinakkan Bom di Gereja, Polisi Mesir Tewas Terkena Ledakan

Dengan pengamanan ketat, Sisi membuka katedral itu saat perayaan Malam Natal Gereja Koptik.

Umat harus melewati tiga prosedur keamanan dengan detektor logam untuk mengikuti misa, sementara kendaraan lapis baja dan puluhan ambulans diturunkan di sekitar lokasi.

Sisi memberikan pidato singkat dengan menyampaikan, pembukaan katedral dan juga masjid utama Al-Fattah Al-Alim yang berdekatan membawa pesan persatuan.

"Kami adalah satu dan kami akan terus bersatu," katanya.

"Momen ini sangat penting dalam sejarah kita," imbuhnya.

Masjid Al-Fattah Al-Aleem yang baru dibangun dapat menampung jemaah hampir dua kali lipat kapasitas katedral.

Kedua tempat ibadah itu terletak di wilayah pengembangan utama, yang merupakan ibu kota administratif baru.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.