Kompas.com - 24/12/2018, 19:20 WIB
Komandan Angkatan Laut Nazi Jerman, Karl Doenitz (1891-1980). (AFP) Komandan Angkatan Laut Nazi Jerman, Karl Doenitz (1891-1980). (AFP)

KOMPAS.com - Mungkin namanya tidak sepopuler Adolf Hitler, pemimpin Jerman Nazi yang menjadi figur utama dalam Perang Dunia II dan Holocaust.

Sebelum meninggal, Hitler menunjuk seorang pria yang dia percaya sebagai penerusnya, Karl Don. Pada April 1945, dia dipilih sebagai kepala komando militer dan sipol utara.

Setelah itu, Donitz menjadi kepala negara Jerman. Sekutu membubarkan pemerintahannya dan menjatuhinya hukuman 10 tahun penjara.

Hari ini pada 38 tahun lalu, dia menghembuskan napas terakhirnya pada usia 89 tahun.

Kehidupan awal

Tak ada yang banyak diketahui tentang kehidupan Donitz ketika masih kecil.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: George Patton, Ahli Perang Tank di PD II

Namun, beberapa sumber menyebutkan dia lahir di Grunau, dekat Berlin pada 16 September 1891. Dia merupakan putra dari pasangan Emil Donitz, seorang insinyur, dan Anna Beyer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Donitz memiliki kakak laki-laki bernama Friedrich.

Karier militer dan pernikahan

Pada 1 April 1910, dia terdaftar di Angkatan Laut Kaiserliche atau AL Kekaisaran dan menjadi Seekadett (Perwira Kadet).

Dia ditugaskan sebagai Leutnan zur See pada 27 September 1913. Saat Perang Dunia I meletus, dia bertugas di kapal penjelajah SMS Breslau di Laut Mediterania.

Kemudian, Donitz dipromosikan menjadi Oberleutnant zur See pada 22 Maret 1916 dan selanjutnya menjabat sementara sebagai komandan lapangan udara di Dardanelles.

Sebagai informasi, dia menikahi Ingeborg Weber, seorang perawat, pada 27 Maret 1916.

Keduanya dikaruniai tiga anak yang terdiri dari satu putri bernama Ursula, dan dua putra bernama Klaus dan Peter.

Sesuai permintaannya, dia dipindahkan ke pasukan kapal selam pada Oktober tahun itu.

Donitz bertugas di U-39 dan komandan UC-25. Setelahnya, dia kembali ke Mediterania sebagai komandan UB-68. U-boat menghadapi masalah teknika pada Oktober 1918.

Seperti diketahui, Jerman memiliki kapal selam yang dikenal sebagai U-Boot atau U-boat dalam bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari Unterseeboot.

Kapal selam itu ditenggelamkan oleh pasukan Inggris dan Donitz ditahan sebagai tahanan perang.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Frank Sinatra, Penyanyi dan Aktor Legendaris

Perang Dunia I berakhir pada 1918, dia dibebaskan dari penjara Inggris di kamp perang dekat Sheffield pada Juli 1919.

Tahun berikutnya, dia dapat kembali ke Jerman dan karier militernya terus menanjak.

Donitz ditempatkan di komando armada U-boat ke-1 Weddigen, yang terdiri dari tiga kapal, U-7, U-8, dan U-9.

Karl Donitz memantau kedatangan U-94 di St. Nazaire pada Juni 194. (Wikipedia) Karl Donitz memantau kedatangan U-94 di St. Nazaire pada Juni 194. (Wikipedia)
Perang Dunia II

Ketika perang dimulai pada 1939, Donitz baru dipromosikan sebagai Commodore atau pemimpin kapal selam. AL Jerman tidak siap untuk perang kala itu karena mengantisipasi perang akan dimulai pada 1945.

Perang benar-benar meletus sebelum perkiraan dan pasukan U-boat Donitz hanya menyertakan 57 kapal. Kebanyakan kapal selam berada dalam jarak dekat.

Pada 1 Oktober 1940, dia menjadi Wakil Laksamana. Donitz memainkan peran penting selama perang dengan taktik kapal selamnya. Pasukannya menyebabkan kerusakan besar pada pasukan Sekutu dalam Pertempuran Atlantik.

U-boat muncul sebagai senjata paling efektif bagi Jerman yang menenggelamkan lebih dari 15 juta ton pengiriman Sekutu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Jean-Eugene Robert-Houdin, Pelopor Sulap Modern

Dia mendapat kepercayaan lebih dari Hitler, yang kemudian menjadi Panglima Angkatan Laut atau Großadmiral pada 30 Januari 1943. Dia terus berkonsultasi dengan Hitler selama perang.

Selama fase terakhir Perang Dunia II, dia mencurahkan perhatian untuk mengatur evakuasi bagi pengungsi Jerman melalu laut.

Dia juga berhasil mengalahkan pasukan militer dari Eropa melalui Atlanraik.

Perang tersebut menyebabkan kedua putranya tewas, salah satunya mati di sebuah kapal selam dan putra lainnya meninggal di atas kapal torpedo.

Sementara itu, suami putrinya juga tewas di dalam kapal selam.

Wasiat Hitler

Pada 30 April 1945, Hitler bunuh diri. Dalam wasiat terakhirnya, secara mengejutkan, dia menunjuk Donitz sebagai penggantinya sebagai Kepala Negara.

Donitz bukan dipilih untuk menjadi Fuhrer, melainkan Presiden, sebuah jabatan yang dihapus Hitler selama bertahun-tahun.

Hitler juga menunjuk Menteri Propagana Joseph Goebbels sebagai Kepala Pemerintahan dan Kanselir Jerman.

Donitz merupakan anggota Partai Nazi sejak didirikan. Dia yang mengumumkan kematian Hitler kepada rakyat Jerman dalam siaran radio pada 1 Mei 1945.

Dia mengatakan, mendiang Fuhrer telah mengangkatnya sebagai penerus. Berkantor pusat di pelabuhan Flensburg, pemerintah Jerman yang baru berumur pendek dipimpin oleh Donitz.

Mengetahui Jerman telah dikalahkan, dia mengizinkan Kolonel Jenderal Alfred Jodi untuk menandatangani menyerah tanpa syarat seperti yang diminta Panglima Tertinggi Pasukan Sekutu, Jenderal Dwight D Eisenhower.

Pada 8 Mei 1945, angkatan bersenjata Jerman menyerah sehingga menyebabkan Pemerintah Flensburg kehilangan semua yurisdiksi militer, teritorial dan sipil.

Donitz ditangkap dan Pemerintah Flensburg dibubarkan pada 23 Mei 1945.

Penjara, buku, dan kematian

Dia didakwa dengan kejahatan perang besar dan diadili di pengadilan Nuremberg. Donitz dinyatakan bersalah pada 1 Oktober 1946 atas perbuatan merencanakan perang agresif.

Dia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara di penjara Spandau, Berlin.

Dibebaskan pada 1 Oktober 1956, Donitz pindah ke sebuah desa kecil di Aumuhle, di negara bagian Schleswig-Holstein.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Anders Celsius, Penemu Derajat Celsius

Dia tinggal dalam pengasingan di sana selama sisa hidupnya. Ada dua buku yang berhasil Donitz tulis, Zehn Jahre Zwanzig Tage yang terbit pada 1958, dan Mein wechselvolles Leben pada 1968.

Buku keduanya diterbitkan ulang menjadi Mein soldatiches Leben pada 1998.

Donitz meninggal karena serangan jantung pada 24 Desember 1980 dan dimakamkan di Pemakaman Waldfriedhof di Aumuhle.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.