Biografi Tokoh Dunia: George Patton, Ahli Perang Tank di PD II

Kompas.com - 21/12/2018, 22:35 WIB
George Patton, Jenderal Amerika Serikat di Perang Dunia II.via History George Patton, Jenderal Amerika Serikat di Perang Dunia II.

KOMPAS.com - George Patton merupakan seorang jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) ketika Perang Dunia II berkecamuk.

Dia menjadi komandan Pasukan Ketujuh AS di front Mediterania, dan Pasukan Ketiga di Perancis dan Jerman saat Pendaratan Normandia pada Juni 1944.

Dia dikenal sebagai ahli strategi perang tank di front Eropa dan Mediterania, serta merupakan perwira disiplin, lurus, dan rela berkorban.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Hideki Tojo, PM Jepang Era Perang Dunia II

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi jenderal yang dijuluki sebagai "Prajurit Tua Bernyali" itu.

1. Masa Kecil
George Smith Patton Jr lahir pada 11 November 1885 di San Gabriel, California. Putra dari George Patton Senior dan Ruth Wilson Patton.

Saat kecil, Patton diketahui mempunyai kesulitan dalam membaca dan menulis. Dia belajar di rumah hingga usianya tujuh tahun.

Setelah itu dia dimasukkan Sekolah Murid Laki-laki Stephen Clark, sebuah sekolah swasta di Pasadena dan belajar selama enam tahun.

Patton disebut sebagai siswa pintar yang sering membaca buku sejarah militer seperti Hannibal, Scipio Africanus, Julius Caesar, hingga Napoleon Bonaparte.

Selain itu, dia sering mendengar kisah leluhurnya yang memenangkan perang kemerdekaan maupun Perang Sipil Amerika.

Karena kecintannya akan militer, dia masuk Institus Militer Virginia pada 1904. Setahun kemudian, dia diterima Akademi Militer di West Point, dan lulus pada 11 Juni 1909.

Pasca-lulus dengan peringkat 46 dari 103 kadet, dia dilantik sebagai Letnan Dua dan ditempatkan di Cabang Kavaleri di AD AS.

Baca juga: Ketika Sinterklas Berlutut di Hadapan Veteran Perang Dunia II

2. Karir Militer
Patton merasakan perang pertamanya pada 1915 ketika membawa patroli kavaleri melawan tokoh revolusi Meksiko Pancho Villa di Fort Bliss.

Pada 1916, dia dipilih menjadi asisten pribadi John J "Black Jack" Pershing, komandan Pasukan Ekspedisi AS di Meksiko untuk memburu Villa.

Dedikasi dan hasrat kuat Patton memukai Pershing, terutama ketika dia berhasil menembak Pemimpin Meksiko Julio Cardenas saat Pertempuran Columbus.

3. Perang Dunia I
Ketika AS terjun ke Perang Dunia I, Pershing dipromosikan sebagai Komandan Pasukan Ekspedisi AS (ARF) di Front Barat.

Baca juga: George HW Bush: Dari Pilot Perang Dunia II hingga Jadi Presiden AS

Patton yang mengajukan diri sebagai salah satu stafnya diterima serta pangkatnya dinaikkan senagai kapten pada 15 Mei 1917.

Dia sempat berpindah-pindah jabatan sebelum menunjukkan ketertarikan kepada tank, dan membuat Pershing memberikannya komando atas batalion infanteri.

Tank ternyata meningkatkan efektivitas terutama pada Pertempuran Cambrai. Patton mempelajari pertempurannya dan segera menjadi figur menonjol dalam strategi perang tank.

Dia mendirikan sekolah tank di Bourg, Perancis, dan melatih para prajurit tank AS untuk menguasai tank ringan Renault FT.

Pertempuran pertama Patton dialaminya di St Mihiel pada September 1918. Dia terluka saat memimpin korps tank di Pertempuran Meuse-Argonne.

Dia mendapat penghargaan Medali Jasa Utama karena kepemimpinannya dalam brigade tank dan mendirikan sekolah tank.

Baca juga: PM Jepang Ingin Bahas Perjanjian Damai Perang Dunia II dengan Putin


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Selesai Diuji, LRT Jakarta Tunggu Sertifikat dari Kemenhub untuk Ajukan Izin Operasi

Selesai Diuji, LRT Jakarta Tunggu Sertifikat dari Kemenhub untuk Ajukan Izin Operasi

Megapolitan
Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Nasional
Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Internasional
KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

Nasional
Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Megapolitan
Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Regional
7 Fakta Hasil Survei Litbang 'Kompas', Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

7 Fakta Hasil Survei Litbang "Kompas", Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

Regional
Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Megapolitan
Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Regional
Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Regional
MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

Nasional
Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Nasional
Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional

Close Ads X