Kompas.com - 21/12/2018, 18:27 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan sebuah "kekuatan imperialis" berusaha menginvasi mereka.

Karena itu, Maduro telah memerintahkan untuk merekrut Milisi Nasional Bolivar dan mengklaim sudah mendapatkan sekitar 1,6 juta orang.

Baca juga: Presiden Venezuela Tuduh AS Berencana Membunuh Dirinya

"Kekuatan imperialis itu seharusnya tahu mereka tidak bisa meninggalkan negara ini hidup-hidup," koar Maduro dilansir Reuters via Newsweek Kamis (20/12/2018).

Maduro berkata dia sudah menginstruksikan pada 13 April untuk menambah kekuatan milisi nasional menjadi satu juta dari semula 400.000 personel.

Dalam pidatonya di kompleks militer Fuerte Tiuna, Maduro tak membeberkan jumlah rekrutan baru yang dipersenjatai. "Kami bakal mempersenjatai milisi hingga ke gigi mereka," koarnya.

Milisi Nasional Bolivar merupakan paramiliter yang dibentuk mendiang Presiden Hugo Chavez pada 2008 untuk mendukung pasukan pemerintah.

Mayjen Carlos Leal Telleria menanggapi pernyataan Maduro dengan mengatakan milisi sebagai kekuatan pertahanan terhebat yang dipunyai Venezuela.

Dilansir harian Venezuela Correo del Orinoco, Telleria berujar segala ancaman bisa dipatahkan berkat kesadaran Chavez membangun milisi.

"Kami juga berterima kasih kepada setiap pria dan perempuan terlatih yang sudah mengorbankan hati, jiwa, dan raga mereka," puji Telleria.

Pengumuman yang disampaikan Maduro berlangsung sepekan setelah Maduro menuduh Amerika Serikat (AS) berusaha untuk membunuh dirinya.

Pada Agustus 2017, Presiden AS Donald Trump sempat mempertimbangkan bakal mengerahkan militer untuk menginvasi Venezuela.

Sebulan kemudian, Maduro mendesak para pejabat militer untuk mempersiapkan perang melawan AS setelah Washington menjatuhkan sanksi.

"Kami dipermalukan dan diancam oleh kerajaan kriminal di muka Bumi ini, dan kami mempunyai kewajiban untuk mempersiapkan diri membela perdamaian kami," ujar Maduro.

Baca juga: Maduro: Rusia Investasi Rp 87 Triliun pada Minyak dan Emas Venezuela

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.