Kompas.com - 07/12/2018, 07:18 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan investasi Rusia senilai 6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 87,1 triliun dalam pertambangan minyak dan emas.

AFP melaporkan, kesepakatan itu dicapainya setelah menggelar pertemuan dengan pejabat Rusia di Moskwa pada Kamis (6/12/2018).

Pemimpin Venezuela itu berada di Rusia sebagai upaya untuk menangani negaranya yang sedang dilanda krisis

Baca juga: Dituduh Dalangi Upaya Pembunuhan Maduro, Begini Tanggapan Presiden Kolombia

"Ini merupakan hari kerja yang sangat panjang dan intens," ujar Maduro.

"Kami punya jaminan investasi minyak lebih dari 5 miliar dollar AS dan kontrak penambangan emas lebih dari 1 miliar dollar AS," ucapnya kepada televisi pemerintah Venezuela VTV.

Investasi Rusia di salah satu cadangan minyak terbesar dunia itu akan fokus pada usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan Venezuela.

Tujuannya, untuk meningkatkan produksi hingga hampir satu juta barel per hari.

Menurut Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) produksi minyak Venezuela anjlok dari 3,2 juta barel menjadi sekitar 1,1 juta barel per hari selama dekade terakhir.

Perjanjian dengan Rusia tidak hanya meliputi minyak dan gas, melainkan sampai ke pasokan pangan dan sistem persenjataan.

"Kami juga menandatangani kontrak untuk menjamin semua gandum, 600.000 ton gandum untuk roti bagi rakyat Venezuela," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.