PBB: Produksi Pangan Korea Utara pada 2018 Terus Menurun

Kompas.com - 13/12/2018, 14:13 WIB
Dalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon. AFP/KCNA VIA KNSDalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon.

ROMA, KOMPAS.com - Produksi bahan pangan di Korea Utara di sepanjang tahun 2018 disebut mengalami penurunan.

Beras dan jagung menjadi bahan pangan pokok di Korea Utara. Namun tahun ini hasil kedua bahan pangan itu berada di bawah rata-rata karena cuaca hujan yang tidak menentu dan pasokan air untuk irigasi yang rendah.

Demikian menurut data FAO, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, dalam laporan Prospek Tanaman dan Situasi Pangan triwulannya.

Sebagai dampaknya, Pyongyang harus mengimpor hingga 641.000 ton bahan pangan di tahun mendatang.

Jumlah tersebut meningkat dari 456.000 ton pada tahun ini, yang terdiri dari pembelian 390.000 ton dan mendapat bantuan 66.000 ton pangan.

Baca juga: PBB Pertimbangkan Lagi Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Korea Utara

Ada kekurangan akses memperoleh bahan pangan yang meluas di Korea Utara. Demikian tertulis dalam dokumen laporan itu.

"Keresahan pangan terus menjadi perhatian utama dengan kondisi yang diperparah oleh produksi musim utama 2018 yang di bawah rata-rata," kata laporan FAO.

Menurut laporan tersebut, produksi pertanian di Korea Utara telah mengalami penurunan hingga ke tingkat kronis dengan luas lahan garapan yang terbatas.

Dilansir AFP, Korea Utara secara berkala telah dilanda masalah kelaparan dan berdampak pada ratusan ribu orang meninggal, bahkan diperkirakan sempat mencapai jutaan pada pertengahan 1990-an.

Menurut laporan FAO, Korea Utara menjadi salah satu dari 40 negara yang masih membutuhkan bantuan pangan dari pihak eksternal. Sebanyak 31 negara lainnya merupakan negara di Afrika.

PBB memperkirakan, sebanyak 10,3 juta penduduk Korea Utara membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Namun jumlah pemberi bantuan semakin menurun seiring peningkatan ketegangan politik dan program persenjataannya.

Banyak kritik yang menyebut pemberian bantuan kepada Korea Utara justru akan mendorong Pyongyang dalam memprioritaskan ambisi militernya daripada menyediakan kebutuhan pokok bagi rakyatnya.

"Tidak diragukan lagi bahwa ada masalah kelaparan di Korea Utara, meski tidak sampai pada tingkatan seperti pada tahun 1990-an," kata David Beasley, kepala Program Pangan Dunia PBB, pada Mei lalu.

Baca juga: Korea Utara Dikabarkan Lakukan Uji Coba Senjata Berteknologi Tinggi



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X