PBB Pertimbangkan Lagi Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Korea Utara

Kompas.com - 09/11/2018, 15:14 WIB
Dalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon.AFP/KCNA VIA KNS Dalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon.

NEW YORK, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB tengah membahas untuk mempertimbangkan kembali pengiriman bantuan kemanusiaan ke Korea Utara.

Pembahasan bantuan kemanusiaan ke Korea Utara itu dimunculkan pihak Amerika Serikat yang menekankan perlunya mencegah agar bantuan tidak jauh ke pihak yang salah.

"Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa kita tidak melakukan apa pun yang akan membahayakan dan tidak tertuju pada orang yang kita harapkan," kata Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.

"Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan. Kami melihat aspek teknis untuk memastikan bahwa ini bukan sesuatu yang dapat dialihkan dengan cara lain," tambahnya.

Baca juga: Korea Utara Bersiap Kedatangan Inspektur Internasional ke Situs Nuklir

Melansir dari Kyodo News, pembahasan mengenai bantuan kemanusiaan itu dilakukan Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara secara tertutup, Kamis (8/11/2018).

Sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara tidak melarang pengiriman bantuan kemanusiaan ke negara tertutup itu.

Akan tetapi banyak organisasi bantuan yang melaporan keluhan bahwa pasokan yang diperlukan tidak dapat disampaikan karena lamanya pemeriksaan yang dilakukan oleh komite sanksi Dewan Keamanan.

Sebuah sumber dari Dewan Keamanan mengatakan, bantuan yang direncanakan sejumlah lembaga seperti Badan Dana Bantuan Anak Internasional PBB atau UNICEF telah menunggu selesainya pemeriksaan dari komite

Sebelumnya, diplomat senior dari Rusia, China dan Korea Utara sepakat akan perlunya meringkankan sanksi secara sejajar dengan langkah yang diambil Pyongyang untuk menuju denuklirisasi.

Namun AS bersama dengan Inggris dan Perancis menegaskan perlunya menjaga sanksi tetap ada hingga Korea Utara benar-benar menyelesaikan proses melepaskan persenjataan dan teknologi nuklirnya.

Baca juga: Korea Utara Disebut Impor Barang Mewah Senilai Rp 9 Triliun dari China

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X