Konsulat Jerman di Irak Dituduh Bantu Penyelundupan Pengungsi Suriah

Kompas.com - 29/11/2018, 14:44 WIB
Para migran asal Irak dan Suriah menunjukkan paspor yang mereka gunakan untuk mendapat tiket kapal feri memasuki Eropa. AL-ARABIYA / AFPPara migran asal Irak dan Suriah menunjukkan paspor yang mereka gunakan untuk mendapat tiket kapal feri memasuki Eropa.

BERLIN, KOMPAS.com - Lemahnya pengawasan dalam pembuatan visa di Konsulat Jenderal Jerman di Irak diduga telah dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk menyelundupkan para pengungsi Suriah.

Para pengungsi Suriah di wilayah Kurdistan Irak di Arbil, disebut dapat memasuki Jerman dan meminta suaka setelah mendapat bantuan dari para penyelundup.

Mereka memanfaatkan kelemahan dalam sistem kontrol penerbitan visa di kantot konsulat Jerman. Demikian dilaporkan media Jerman, Der Spiegel dalam laporan investigasinya yang dirilis, Senin (26/11/2018).

Dilansir Al Arabiya, para pengungsi mengaku bahwa mereka membayar pihak penyelundup sebesar 12.000 dollar AS (sekitar Rp 170 juta) untuk membantu memperoleh visa, sehingga mereka dapat menuju Jerman dan mengajukan permohonan suaka.

Baca juga: Yordania Pertimbangkan untuk Menutup Kamp Pengungsi Suriah di Perbatasan

Para penyelundup juga diduga mendapat bantuan dari orang di dalam konsulat yang bekerja sama dengan jaringan penyelundupan profesional dan memiliki penghubung di Jerman.

Menanggapi laporan media mingguan tersebut, Konsulat Jenderal Jerman di Irak menegaskan bahwa mereka memiliki kebijakan toleransi nol terhadap kasus korupsi maupun kegiatan kriminal lain di misi diplomatnya.

Pihak konsulat di Arbil mengklaim bahwa mereka telah menyadari adanya dugaan pelanggaran sistem kontrol visa pada Desember tahun lalu.

Mereka juga telah mengambil tindakan untuk mencegah adanya penyalahgunaan visa.

"Dalam tanggapan langsung terhadap indikasi awal pada Desember 2017, konsulat jenderal di Arbil telah mengadopsi prosedur baru untuk mengecualikan setiap penyalahgunaan prosedur visa," kata Konsulat Jenderal Jerman dalam pernyataannya.

Sementara terkait laporan dalam media tersebut, pihak konsulat hanya mengatakan bahwa penyelidikan saat ini sedang berlangsung. Demikian dilansir dari situs media RUDAW.

"Jaksa penuntut umum di Berlin sedang menyelidiki kasus ini. Kantor Luar Negeri Jerman tidak berkomentar atas status penyelidikan yang sedang berlangsung," tambah pihak konsulat.

Baca juga: Perempuan Pengungsi Suriah Berusia 111 Tahun Ingin Bertemu Dua Cucunya di Jerman

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Arabiya
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X