Kompas.com - 29/11/2018, 12:20 WIB

KIEV, KOMPAS.com - Presiden Ukraina Petro Poroshenko meminta Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengirim angkatan lautnya.

Permintaan itu diajukan di tengah ketegangan Ukraina dan Rusia pasca-insiden yang terjadi di Selat Kerch pada Minggu (25/11/2018).

Baca juga: Putin Tuduh Presiden Ukraina Provokasi demi Popularitas Jelang Pemilu

Saat itu, dua kapal artileri ringan dan satu kapal tongkang Ukraina ditembaki dan disita, sementara para pelautnya ditawan Rusia.

Kepada harian Jerman Bild via BBC Kamis (29/11/2018), Poroshenko berkata Presiden Rusia Vladimir Putin ingin menguasai Laut Azov.

Secara khusus dia meminta Jerman sebagai sekutu dekat maupun negara NATO lainnya mengirim kapal perang ke Laut Azov untuk membantu keamanan Ukraina.

Poroshenko menyebut agresi yang dilakukan Kremlin sudah tidak bisa diterima. Dia mencontohkan Crimea yang dicaplok pada 2014.

"Kemudian utara Ukraina, kini Azov. Jerman seharusnya paham. Siapa yang bakal diincar Putin jika kami tidak berusaha  menghentikannya?" tanya Poroshenko.

NATO belum memberi komentar atas pernyataan Poroshenko. Namun sebelumnya, Sekjen NATO Jens Stoltenberge mendesak Rusia membebaskan kapal dan pelaut Ukraina.

Stoltenberge menegaskan Moskwa harus menyadari konsekuensi atas aksi yang mereka lakukan, dan berujar bakal terus memberikan dukungan kepada Kiev.

Kapal-kapal itu tengah berlayar dari Odesaa menuju Mariupol, kota pelabuhan Ukraina di Azov, ketika kapal Badan Keamanan Rusia (FSB) menghadang.

Berdasarkan perjanjian 2003, kedua negara sepakat untuk berbagi Laut Azov. Namun keputusan Moskwa membuka jembatan di Kerch memperkeruh situasi.

Kiev telah merilis peta pada Rabu (28/11/2018) di mana posisi kapal itu berada di luar teritori Crimea saat insiden tersebut berlangsung.

Sementara Putin bersikukuh militernya mempunyai hak karena melihat kapal AL Ukraina telah melanggar kedaulatan mereka.

Baca juga: Tentaranya Tahan Tiga Kapal Ukraina, Putin: Mereka Hanya Melakukan Kewajiban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.