Diduga Curi Tas Bermerek, Dua Turis Rusia Ditahan Polisi Hong Kong

Kompas.com - 26/11/2018, 18:43 WIB
Ilustrasi tas bermerek. SHUTTERSTOCKIlustrasi tas bermerek.

HONG KONG, KOMPAS.com - Dua turis asal Rusia ditahan kepolisian Hong Kong, Minggu (25/11/2018), setelah diduga melakukan pencurian tas bermerek dari sebuah outlet di hotel berbintang.

Kedua pria berkewarganegaraan Rusia itu ditahan empat jam setelah sebuah tas tangan senilai 29.000 dollar Hong Kong (sekitar Rp 53 juta) dilaporkan dari outlet Louis Vuitton di Hotel Peninsula di Tsim Sha Tsui.

Kedua pria Rusia yang masing-masing berusia 36 dan 44 tahun itu selanjutnya ditahan di kantor kepolisian Tsim Sha Tsui, namun belum dijatuhi tuntutan.

Investigasi awal menunjukkan tas tersebut diyakini dicuri dengan cara dimasukkan ke dalam tas belanja yang telah dilapisi alumunium foil di bagian dalamnya untuk mencegah mesin memindai mendeteksi alat pengaman pada barang tersebut.

Baca juga: Pegawainya Takut Turis Asing, Taman di Jepang Rugi Rp 3 Miliar

Melansir dari SCMP, sumber dari kepolisian tengah menyelidiki adanya keterkaitan antara kedua tersangka dengan kasus pencurian lainnya atau dengan sindikat pengutil dengan modus operandi yang serupa.

Sumber tersebut mengatakan adanya laporan pencurian dalam jangka waktu 24 jam sejak kedatangan kedua turis Rusia itu di Hong Kong.

Dilaporkan tas dicuri pada Sabtu (24/11/2018) sekitar pukul 16.30 waktu setempat, namun baru diketahui pada keesokan harinya sekitar pukul 14.00 siang saat pihak toko melakukan pengecekan barang.

Kedua pria Rusia terekam kamera keamanan berada di dalam toko saat pencurian terjadi.

"Investigasi awal menunjukkan jika satu dari tersangka bertugas mengawasi sementara yang lainnya mencuri tas incaran," kata sumber.

Dua turis Rusia itu ditangkap saat berada di persimpangan Ashley Road dan Peking Road, di Tsim Sha Tsui, sekitar 200 meter dari hotel Peninsula.

Saat ditangkap, sebuah tas belanja dan tas bahu dengan lapisan alumunium didapati dibawa kedua tersangka. Sedangkan tas yang hilang belum ditemukan.

"Kami sedang menyelidiki apakah pasangan itu dipekerjakan oleh sindikat pengutil untuk datang ke Hong Kong dan mencuri," kata sumber kepolisian.

Baca juga: Coret Tembok Bersejarah, Turis di Thailand Dihukum 10 Tahun Penjara



Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X