Kompas.com - 15/11/2018, 18:58 WIB

Almanak pertamanya terbukti sukses. Dua peristiwa yang dia prediksi yaitu invasi Turki dan musim dingin parah, berhasil membangun reputasinya.

Teori berisiko

Di waktu luangnya, dia terus belajar astronomi dan astrologi (kala itu kedua bidan tersebut pada dasarnya sama.

Pada 1596, Kepler menulis persetujuannya terhadap teori Copernicus soal tata surya.

Dia menerbitkan buku berjudul Mystery of the Cosmos atau Mysterium Cosmographicum ketika berusia 25 tahun. Buku itu menjabarkan tentang mengapa matahari berada di pusat tata surya.

Sikap tersebut sangatlah berbahaya, mengingat pada 1539, pendiri gereja Lutheran Martin Luther mengolok-olok teori tersebut saat pertama kali mendengarnya.

Kepler mencatat bahwa Merkurius dan Venus selalu tampak dekat dengan matahari, tidak seperti Mars, Jupiter, dan Saturnus.

Menurutnya, itu karena orbit Merkurius dan Venus lebih dekat ke matahari daripada Bumi.

Di era Kepler, ada enam planet yang dikenal, termasuk Bumi. Sementara, Uranus, Neptunus, dan Pluto belum ditemukan).

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Billie Jean King, Mantan Petenis Nomor Satu Dunia

Dia mengatakan, jika matahari dan semua planet mengorbit Bumi, tidak ada alasan mengapa Merkurius dan Venus selalu berada di dekat matahari.

Pada 1597, Kepler menikahi Barbara Muehleck dan memiliki lima anak. Namun, hanya satu anak laki-laki dan satu anak perempuan yang berhasil mencapai usia dewasa.

Reputasi meningkat

Buku tersebut membangun reputasi Kepler sebagai seorang ahli astronomi yang sangat terampil. Kepler membuat sedikit modifikasi pada karyanya.

Dia merilis versi kedua dari "Mysterium" pada 1621, memperbaiki dan mengoreksi detail dari edisi pertama.

Setelah publikasi "Mysterium", Kepler menjadi ambisius dan memutuskan untuk memperluas jangkauan karyanya.

Dia merencanakan empat buku tambahan, mencakup aspek stasioner dari alam semesta, pengaruh langit di bumi, gerakan planet, dan sifat fisik dari objek astral.

Sementara itu, ketegangan agama yang tumbuh di sekolah Protestan di Graz menimbulkan ancaman terhadap posisi Kepler dan dia meninggalkan lembaga itu untuk bergabung dengan rekannya, Tycho Brahe, dalam studi astronomi.

Pada 1 Januari 1600, Kepler resmi meninggalkan sekolah Graz untuk bekerja dengan Tycho.

Keduanya menerbitkan beberapa karya brilian seperti "Astronomiae Pars Optica", "Tabel Rudolphine", dan "Prutinic Tables".

Ilustrasi matahariNASA/SDO (AIA) Ilustrasi matahari
The Rudolphine dan Prutenic Tables disajikan kepada Kaisar Rudolf II. Namun, Tycho meninggal secara tak terduga pada 1601 dan Kepler diangkat sebagai matematikawan kekaisaran.

Kepler bahkan menjabat sebagai penasihat astrologi utama bagi kaisar.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: James Cook, Pelaut Inggris yang Petakan Samudera Pasifik

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.