Kompas.com - 15/11/2018, 18:58 WIB

Dia juga membantu kaisar di masa-masa kesulitan politik, dan melanjutkan studinya dalam astronomi.

Pada 1610, Kepler mulai bekerja dengan Galileo Galilei.

Setahun kemudian, dia merancang teleskopnya sendiri untuk pengamatan astronomi dan memberinya nama "Keplerian telescope".

Pekerjaan baru

Pada 1611, Kaisar Rudolf II turun takhta, dan Kepler segera mencari pekerjaan baru.

Dia menempati posisi sebagai matematikawan provinsi Linz, Austria. Kemudian, dia pindah di sana pada 1612, dengan membawa dua anak dan istrinya.

Selama 14 tahun di Linz, dia menikah dengan Susanna Reuttinger pada 30 Oktober 1613.

Istri pertamanya meninggal dunia setahun sebelumnya karena sakit. Sementara ibunya, dipenjara selama 14 bulan atas perbuatan praktik sihir.

Kepler selalu menemani ibunya selama masa-masa sulit itu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Elizabeth Magie, Pencipta Permainan Monopoli

Selama berada di Linz, dia mempublikasikan dua karya, seperti Hukum Kepler III pada 1618. Kepler meyakini alam mengikuti hubungan numerik sejak diciptakan oleh Tuhan menurut berat, jarak, dan jumlahnya.

Gagasan itu menggambarkan geometri, studi tentang titik, garis, sudut pandang, dan permukaan.

Karya kedua Kepler selama di Linz adalah Epitome astronomiae Copernicanae yang diterbitkan pada 1618-1621.

Kematian dan tuduhan pembunuhan

Kepler meninggal dunia sebelum mengamati Merkurius dan Venus yang begitu ditunggu-tunggu. Dia wafat pada 15 November 1930 di Regensburg, Jerman.

Selama bertahun-tahun, hukum Kepler dipandang dengan skeptis. Namun, beberapa astronom kemudian menguji teori Kepler dan perlahan mulai sepakat dengan temuannya.

Pada 1901, para ilmuwan membuka kuburan Brahe dan mengaku menemukan kandungan merkuri pada jenazahnya. Kepler dituduh meracuni rekannya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Bram Stoker, Penulis Novel Horor Dracula

Tapi ketika jenazah Brahe digali lagi pada 2010, tes menunjukkan kandungan merkuri dalam tubuhnya tidak cukup tinggi untuk membunuhnya.

"Bahkan, analisis kimia pada tulang menunjukkan bahwa Tycho Brahe tidak terkena merkuri tinggi yang abnormal dalam lima sampai sepuluh tahun terakhir hidupnya," kata peneliti Kaare Lund Rasmussen, seorang profesor kimia di University of Southern Denmark.

Sekian lama dituding membunuh Brahe, akhirnya nama Kepler dibersihkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.