Ada MBS dalam Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi - Kompas.com

Ada MBS dalam Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi

Kompas.com - 13/11/2018, 14:53 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman.AFP/FAYEZ NURELDINE Pangeran Mohammed bin Salman.

NEW YORK, KOMPAS.com — Rekaman audio terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi menunjukkan kemungkinan keterlibatan Pangeran Mohammed bin Salman.

Hal ini dipublikasikan harian The New York Times edisi Senin (12/11/2018).

Mengutip sejumlah sumber, harian itu menyebut seorang pengawal MBS, Maher Abdulaziz Mutreb, adalah bagian dari 15 orang tim "pemukul" yang dikirim ke Turki untuk membunuh Khashoggi.

Baca juga: Ini Kata-kata Terakhir Jamal Khashoggi Saat Akan Dibunuh


Dalam rekaman itu terdengar Abdulaziz Mutreb mengatakan lewat telepon kepada seorang ajudan MBS untuk "melapor kepada bos" setelah pembunuhan Khashoggi.

Meski dalam rekaman itu tidak disebutkan secara terang-terangan nama MBS, para pejabat intelijen AS yakin yang dimaksud "bos" tak lain adalah sang putra mahkota Arab Saudi.

Seorang mantan agen CIA, kepada The New York Times, juga memperkuat dugaan keterlibatan MBS.

"Pembicaraan telepon itu merupakan bukti yang amat kuat," kata Bruce Riedel, yang kini bekerja di Brookings Institution.

Sebelumnya, para pejabat Pemerintah Arab Saudi membantah Pangeran MBS "mengetahui" pembunuhan Khashoggi.

Pada Sabtu (10/11/2018), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengakui keberadaan rekaman audio pembunuhan Jamal Khashoggi.

Baca juga: Turki Hentikan Pencarian Jenazah Jamal Khashoggi

Tak hanya mengakui, Erdogan mengatakan, dia juga sudah membagikan rekaman audio itu kepada Amerika Serikat, Arab Saudi, Jerman, Perancis, dan Inggris.

"Mereka semua mendengarkan pembicaraan yang terjadi di sana. Mereka sudah tahu," ujar Erdogan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X